Kwitansi parkir senilai Rp350 ribu yang ramai di media sosial. Foto: istimewa
Kwitansi parkir senilai Rp350 ribu yang ramai di media sosial. Foto: istimewa

Parkir Rp350 Ribu di Yogyakarta, Begini Komentar Dishub

Ahmad Mustaqim • 20 Januari 2022 13:07
Yogyakarta: Media sosial diramaikan dengan unggahan foto menunjukkan kwitansi parkir bertarif Rp350 ribu dalam beberapa jam. Warganet pun heboh memperbincangkannya.
 
"(Parkir) tepatnya di belakang hotel premium Zuri. Kalau enggak salah. Sebesar itu. Yaitu Rp350.000," tulis pemilik akun Stone Dakon, beberapa waktu lalu.
 
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengatakan, lokasi parkir yang disebutkan dalam unggahan dipastikan tidak dikelola pemerintah. Menurut dia, lokasi parkir tersebut ilegal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami belum pernah menerbitkan izin parkir (untuk lokasi) tersebut," kata Agus, Kamis, 20 Januari 2022.
 
Baca juga: Masyarakat Adat Sunda Laporkan Arteria Dahlan ke Polda Jawa Barat
 
Ia mengatakan, ada tiga titik lokasi parkir resmi yang diberi izin Pemerintah Kota Yogyakarta, yakni di kawasan Abu Bakar Ali, Ngabean, dan Taman Senopati. Lantaran tak berizin, Dinas Perhubungan mengaku tak berwenang menindak kejadian yang diunggah di media sosial tersebut.
 
Agus mengingatkan kepada pelaku wisata dan wisatawan lebih teliti dalam memilih lokasi parkir. Di sisi lain, pihaknya mengimbau agar warga mengajukan izin apabila akan membuka lahan pribadi untuk parkir.
 
"Meski tanah pribadi silakan mengajukan izin. Memberi ruang investasi tapi bagaimana melakukan tata cara parkir yang sesuai ketentuan," ujarnya.
 
Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Kombes Purwadi Wahyu Anggoro menambahkan titik lokasi parkir tersebut di luar kawasan Malioboro.
 
Baca juga: Vaksinasi Penguat di Tangerang Selatan Baru 1,7%
 
Menurut dia, lokasi parkir  berada di kawasan Jalan Margo Utomo. Ia menilai, apa yang terjadi sesuai unggahan di media sosial tersebut bukan pungli.
 
"Pungli itu kalau parkir di fasilitas atau lahan pemerintah yang sudah ditentukan harga parkirnya, tapi dinaikkan sendiri nominal parkirnya," ujar Purwadi.
 
Ia mengungkapkan, tarif sewaan lahan untuk parkir satu unit bus sebesar Rp150 ribu. Nominal itu termasuk fasilitas toilet dan cuci bus. Menurut dia, nominal parkir Rp350 ribu itu merupakan hasil kesepakatan bersama pengelola parkir dan kru bus.
 
"Nilai (Rp350 ribu) itu atas permintaan kru bus sendiri untuk uang rokok dan makan mereka," terang dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif