Seorang warga Desa Kertamukti Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang menunjuk ke arah tembok rumahnya yang retak-retak akibat getaran gempa tektonik berkekuatan 6,6 M itu.
Seorang warga Desa Kertamukti Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang menunjuk ke arah tembok rumahnya yang retak-retak akibat getaran gempa tektonik berkekuatan 6,6 M itu.

Gempa Pandeglang Berdampak pada 29 Kecamatan

Nasional Gempa Bumi BNPB Gempa Banten Gempa Pandeglang
Antara • 16 Januari 2022 09:43
Pandeglang: Gempa tektonik berkekuatan 6,6 yang terjadi Jumat, 14 Januari 2022, di Kabupaten Pandeglang, Banten, berdampak pada 29 kecamatan dan 138 desa. Dua warga juga mengalami luka-luka.
 
"Sejauh ini kami tidak menerima laporan korban jiwa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro, Minggu, 16 Januari 2022.
 
Berdasarkan data yang diterima BPBD Pandeglang tercatat sebanyak 1.699 rumah rusak pada Sabtu, 15 Januari 2022, pukul 23.00 WIB. Kerusakan rumah sebanyak 1.904 unit masuk kategori rusak ringan 1.144 unit, rusak sedang 423 unit, dan rusak berat 337 unit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu juga kerusakan gedung sekolah sebanyak 34 unit, puskesmas 14 unit, masjid 10 unit, kantor desa tiga unit.
 
"Kami meyakini jumlah rumah yang rusak bertambah," jelas dia.
 
Baca juga: 5 Warga Terserang Omicron Masih Isolasi di Jawa Timur
 
Menurut Girgi, gempa magnitudo 6,6 yang berpusat di titik koordinat 7,01 LS dan 105,26 BT dengan kedalaman 40 kilometer, getarannya dirasakan di berbagai daerah seperti Tangerang Selatan, Kota Bandung, Jakarta, Bogor dan Lampung.
 
"Warga korban bencana gempa itu tinggal di rumah kerabat," lanjutnya.
 
Namun demikian, pemerintah daerah tetap mengutamakan pelayanan terbaik agar warga korban bencana agar tidak mengalami kerawanan pangan.
 
"Kami berkomitmen untuk membantu pelayanan dasar, sehingga penyaluran bantuan dioptimalkan kepada masyarakat korban bencana itu," ungkap Girgi.
 
Sementara itu, Ibu Ebah, warga Sumur Kabupaten Pandeglang mengaku sebagian besar tembok rumah miliknya retak-retak hingga hampir roboh akibat getaran gempa tersebut.
 
"Kami sekarang tidak menempati rumah sendiri karena khawatir roboh," aku Ebah.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif