Tim SAR gabungan berupaya membersihkan material lumpur maupunkendaraan yang terbawa banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan KarangTengah, Kabupaten Garut. (Foto: MI/Kristiadi):
Tim SAR gabungan berupaya membersihkan material lumpur maupunkendaraan yang terbawa banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan KarangTengah, Kabupaten Garut. (Foto: MI/Kristiadi):

Status Tanggap Darurat Banjir Bandang Garut Diperpanjang

Media Indonesia.com • 04 Desember 2021 06:15
Garut: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah, Minggu, 28 November 2021. Penetapan status tanggap darurat diperpanjang kembali selama 14 hari hingga 11 Desember 2021.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Satria Budi, mengatakan, status tanggap darurat banjir bandang sebelumnya ditetapkan selama tujuh hari. Namun, setelah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), status tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari.
 
"Kita sambil terus menyisir semua pekerjaan yang belum tertangani di masyarakat terkait jalan dan segala macamnya. Masih banyak yang harus dilakukan seperti memperbaiki layanan air bersih untuk warga yang terdampak banjir bandang," katanya, Jumat, 3 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, layanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat meskipun di beberapa lokasi sudah bisa berjalan normal. Sedangkan untuk akses jalan bagi warga sudah dapat dilalui seluruhnya dan warga juga saat ini mulai bisa kembali beraktivitas.
 
Baca juga: Kasus Covid-19 di Bangka Tak Bertambah
 
"Kami tetap masih tetap menyiagakan posko pengungsian dan dapur umum untuk warga terdampak banjir bandang. Ada sejumlah warga yang bertahan karena masih trauma kembali ke rumah. Apalagi masih sering turun hujan," terang dia.
 
Menurutnya, warga yang mengungsi datang pada malam hari ke posko dan pagi harinya mereka kembali ke rumah masing-masing untuk beraktivitas.
 
Satria memastikan tetap menyiagakan posko pengungsian dengan segala kebutuhan dasar masyarakat untuk warga terdampak di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah.
 
"Untuk penanganan rumah warga yang rusak, BPBD Kabupaten Garut telah mengajukan dana melalui anggaran belanja tak terduga (BTT) dan berharap penanganan rumah rusak tidak memakan waktu lama. Sejauh ini ini ada empat unit (rumah rusak) tapi sesuai arahan Bupati Garut akan diberikan masing-masing Rp50 juta," jelasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif