Ilustrasi AIDS, sumber foto: humanillnesses
Ilustrasi AIDS, sumber foto: humanillnesses

Jepara Peringkat Pertama Kasus HIV-AIDS di Jateng

Nasional hiv/aids
Rhobi Shani • 13 November 2019 15:32
Jepara: Kasus HIV-AIDS di Kabupaten Jepara tertinggi di Jawa Tengah. Sejak tiga tahun terakhir, angka kasus HIV-AIDS terus bertambah, kini mencapai 1.135 kasus.
 
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Jepara, Fakhrudin, mengatakan kasus HIV-AIDS seperti gunung es. Dia menerangkan dari 1.135 orang dengan HIV-AIDS (ODHA) 921 di antaranya masih hidup.
 
"Satu yang kelihatan dipermukaan di bawanya masih ada sepuluh yang tidak tampak," ujar Fakhrudin dalam diskusi tingginya angka kasus HIV-AIDS di Jepara bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jepara, Selasa malam, 12 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan kasus HIV-AIDS terjadi merata di wilayah Bumi Kartini. Angka kasus HIV-AIDS tertinggi di Kecamatan Bangsri, 137 kasus. Kemudian Kecamatan Kembang sebanyak 111 kasus, Kecamatn Donorojo dan Mlonggo, masing-masing 94 dan 93 kasus.
 
"Wilayah Jepara utara (Bangsri dan Kembang) semula warnanya kuning (aman) tapi sekarang menjadi merah dan tertinggi. Saat ini yang masih kuning wilayah Jepara selatan (Mayong, Nalumsari, Welahan)" kata Fakhrudin.
 
Jika dilihat berdasarkan usia, pengidap HIV-AIDS tertinggi usia 26 hingga 40 tahun. Kemudian usia 16 hingga 25 tahun, lalu usia 41 hingga 60 tahun.
 
Bila dilihat dari jenis pekerjaan, ibu rumah tangga (IRT) menempati peringkat pertama pengidap HIV-AIDS di Kota Ukir. Kemudian pekerja swasta, lalu buruh.
 
"Jadi ibu rumah tangga yang tidak tahu apa-apa juga bisa tertular. Itu karena suaminya," tegas Fakhrudin.
 
Tingginya jumlah penderita di Jepara bisa disikapi dengan beberapa pendekatan. Dari sudut penanganan, banyaknya jumlah orang yang terdeteksi menjadi pertanda baik sehingga bisa dilakukan langkah pencegahan dan penanganan agar tidak meluas.
 
"Memang ada juga penilaian dari sisi yang lain. Bahwa dengan tingginya angka penderita ini, maka dianggap telah terjadi sebuah masalah, biasanya dikaitkan dengan persoalan moral masyarakat," tandasnya.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif