Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

BPBD Imbau Warga Waspada Angin Kencang saat Pancaroba

Nasional musim pancaroba
Patricia Vicka • 12 November 2019 20:40
Yogyakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah memasuki masa pancaroba dari musim kemarau menjadi musim hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengimbau masyarakat mewaspadai angin kencang dan longsor saat pancaroba tiba.
 
Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan saat pancaroba tiba muncul cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat yang disertai petir di wilayah DIY.
 
"DIY salah satu tempat potensi puting beliung. Saat angin kencang datang banyak merusak pohon, rumah atau baliho-baliho yang ada di jalan. Maka kami himbau warga waspada dengan kedatangan angin kencang," kata Biwara pada Medcom.id di Yogyakarta, Selasa, 12 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biwara menjelaskan angin kencang terjadi akibat perubahan suhu udara yang cepat. Biasanya terjadi ketika turun hujan lebat di cuaca yang cerah. Kehadiran dan lokasi angin kencang ini tidak bisa diprediksi. Namun, lanjut Biwara lokasi munculnya angin kencang biasanya selalu sama setiap tahun.
 
"Tahun lalu angin kencang ada di daerah Timoho Kota Yogyakarta. Kalau di Sleman ada di Turi dan Donokerto. Masyarakat di daerah itu yang patut waspada," jelas Biwara.
 
BPBD DIY mengimbau masyarakat dan pemerintah untuk memangkas ranting dan dahan pohon yg lebat. Selain itu kekuatan baliho turut diperiksa kembali.
 
Bencana longsor juga mengintai selama pancaroba. Biwara menjelaskan bencana longsor diawali dengan hujan lebat dalam waktu lama. Longsor biasa terjadi di bantaran sungai dan daerah perbukitan.
 
"Longsor disini biasanya di perbukitan Prambanan, Menoreh, dan Gedangsari di Gunung kidul," jelas Biwara.
 
Sementara longsor di bantaran kali ada di sekitar sungai Gendol. Biwara mengimbau warga yang tinggal didaerah rawan longsor untuk peka dan segera mengungsi jika terlihat pada tanda-tanda alam.
 
Misalnya ia mencontohkan adanya rembesan air berwarna keruh yang mengalir keluar, tanah bergerak dan pohon yang bergerak.
 
"Warga yang berkegiatan di sungai Gendol juga patut waspada. Bisa jadi material Merapi terseret jauh karena hujan lebat di puncak Merapi," pungkas Biwara.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif