Presiden Jokowi di Natuna. Istimewa
Presiden Jokowi di Natuna. Istimewa

Jokowi: Kedaulatan Negara di Natuna Tak Bisa Ditawar Pihak Manapun

Nasional Laut Natuna Utara
Anwar Sadat Guna • 08 Januari 2020 19:36
Batam: Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa kedaulatan negara di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, tidak dapat ditawar-tawar oleh pihak manapun. Natuna adalah bagian dari NKRI.
 
“Jadi secara de facto, dan de jure, Natuna adalah Indonesia. Sebanyak 81 ribu penduduk yang ada di Kabupaten Natuna adalah warga negara Indonesia,” tegas Jokowi, saat memberikan sertifikat tanah kepada masyarakat Natuna di Kantor Bupati Natuna, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Dikatakan Jokowi, Natuna bagian dari kedaulatan negara. Pihak manapun tidak bisa mengklaim dan melanggar wilayah teritorial Indonesia, termasuk di Natuna, Provinsi Kepri. "Saya tegaskan lagi bahwa kedaulatan negara enggak bisa ditawar-tawar oleh pihak manapun."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait penegakan hukum di laut Natuna terutama batas ZEE, Jokowi berjanji akan melakukan penegakan hukum yang tegas jika terjadi pelanggaran kedaulatan.
 
“Kita memiliki TNI AL, Bakamla (Badan Keamanan Laut), PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) dan Polair yang bisa menegakkan hukum terhadapa pelanggaran laut, yang dilakukan oleh kapal-kapal asing masuk ke dalam wilayah ZEE kita, melakukan pencurian ikan,” tegas Jokowi mengakhiri.
 
Kedatangan Presiden Jokowi ke Natuna disambut oleh Plt Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto, Pangkogabwilhan II Laksdya TNI Yudo Margono, Pangdam I/Bukit Barisan, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto.
 
Sementara itu, turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Kabupaten Natuna, antara lain; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra.
 
Selain itu, turut juga Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Juru Bicara Presiden M. Fadjroel Rachman.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif