Pintu Tol Singosari, Jalan Tol Pandaan-Malang.
Pintu Tol Singosari, Jalan Tol Pandaan-Malang.

Ngebut di Tol Pandaan-Malang Denda Rp500 Ribu

Nasional Tol Trans-Jawa
Daviq Umar Al Faruq • 10 Agustus 2019 15:04
Malang: PT Jasa Marga Pandaan-Malang (JPM) memberlakukan speed gun atau radar kecepatan di Jalan Tol Pandaan-Malang. Alat tersebut digunakan untuk mengukur batas kecepatan kendaraan yang melintas di tol dengan lima seksi itu.
 
Direktur Utama PT JPM, Agus Purnomo mengatakan mayoritas kecelakaan yang terjadi di tol Pandaan-Malang yakni tabrak belakang. Hal itu diakuinya karena adanya perbedaan kecepatan antara satu kendaraan dengan kendaraan lainnya.
 
"Itu karena mobil yang di belakang melaju lebih cepat dari mobil yang ada di depannya. Ditambah supir yang tidak fokus dan tidak bisa jaga jarak kemudian terjadi tabrakan," katanya saat dikonfirmasi Medcom.id, Sabtu, 10 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu pihaknya memberlakukan alat berupa speed gun di tol Pandaan-Malang. Sehingga jika ditemukan kendaraan yang melewati batas kecepatan berkendara yang telah ditentukan, maka alat tersebut akan mendeteksi.
 
Batas kecepatan maksimal di tol ini yaitu 80 kilometer per jam, sedangkan batas kecepatan minimal 60 kilometer per jam. Bagi kendaraan yang terbukti melanggar batas kecepatan tersebut bakal ditilang setelah keluar tol.
 
"Jadi tidak hanya kendaraan yang terlalu cepat saja yang ditilang, Tapi kendaraan yang terlalu lambat juga akan ditilang. Supaya adil juga," bebernya.
 
Sementara itu, sanksi yang dikenakan bagi pelanggar batas kecepatan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yakni berupa denda Rp 500 ribu atau kurungan penjara paling lama dua bulan.
 
Sebagai informasi, Jalan Tol Pandaan-Malang telah diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Mei 2019. Selanjutnya tol ini mulai dioperasikan tanpa tarif mulai 14 Mei 2019 pukul 07.00 WIB. Namun, jalur yang sudah dapat beroperasi hanya tiga seksi saja dari total lima seksi.
 
Jalan Tol Pandaan-Malang memiliki lima seksi sepanjang 38,48 kilometer. Antara lain, Seksi I Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,475 kilometer, Seksi II Purwodadi-Lawang sepanjang 8,050 kilometer dan Seksi III Lawang-Singosari sepanjang 7,1 kilometer.
 
Selanjutnya, Seksi IV Singosari-Pakis sepanjang 4,75 kilometer dan Seksi V Pakis-Malang sepanjang 3,113 kilometer. Pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang ini sendiri dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Pandaan-Malang dengan investasi sebesar Rp 5,97 triliun.
 
Jalan Tol Pandaan-Malang diharapkan dapat menjadi bagian vital arus mobilisasi orang serta barang antara Surabaya dan Malang yang banyak memiliki tempat wisata. Kehadiran ruas tol diharapkan pula bisa mempercepat perjalanan dari Surabaya menuju Malang dan sekitarnya.
 
Sebab, selama ini, perjalanan dari Surabaya ke Malang pada jam padat, bisa mencapai empat hingga enam jam. Dengan melalui jalan tol ini, waktu tempuhnya bisa kurang dari satu jam.
 
Jalan tol yang menjadi bagian dari Jalan Tol Surabaya-Malang ini juga memiliki pemandangan alam yang indah di kanan kiri jalan. Terutama di rest areanya yang berhadapan langsung dengan Gunung Semeru di sisi timur, Gunung Arjuna sisi barat, Gunung Kawi di sisi barat daya, dan ditambah Gunung Penanggungan.

 

(ALB)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif