Pimpinan Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf Gowa, Puang La'lang. Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin
Pimpinan Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf Gowa, Puang La'lang. Foto: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin

Pimpinan Aliran Sesat Kartu Surga di Gowa Ditangkap

Muhammad Syawaluddin • 05 November 2019 12:48
Makassar: Pimpinan Tarekat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf Gowa, Puang La'lang, ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Gowa. Puang La'lang diduga telah menyebarkan ajaran sesat kepada masyarakat di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
 
Kasubbag Humas Polres Gowa, AKB M Tambunan, mengatakan Puang La'lang alias Maha Guru menjanjikan keselamatan dunia dan akhirat dengan kartu surga. Puang La'lang sebelumnya membaiat pengikutnya.
 
"Pelaku menyebarkan aliran sesat dan menyesatkan dengan cara melakukan baiat, mendoktrin pengikutnya lalu menjanjikan keselamatan dunia dan akhirat  selanjutnya memberikan kartu wipiq (kartu surga) sebagai tanda anggota," katanya, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, 5 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iming-iming kartu surga tersebut, kata Tambunan, digunakan Puang La'lang untuk mencari keuntungan dengan membebankan calon anggotanya sejumlah uang antara Rp10.000 hingga Rp50.000. Pelaku juga meminta zakat badan kepada anggotanya sebesar Rp5.000 per kilogram, dihitung berdasarkan berat badan.
 
"Semua dana tersebut dikelola Maha Guru," imbuhnya.
 
Puang La'lang mengangkat dirinya sebagai rasul sejak 1999 itu dinyatakan sesat oleh MUI melalui Fatwa MUI No Kep 01/MUI-Gowa/XI/2016 tanggal 9 November 2016. Pemerintah Kabupaten Gowa telah merekomendasikan pembubaran Tarikat Tajul Khalwatiyah Syekh Yusuf itu.
 
Bupati Gowa mengeluarkan surat rekomendasi bernomor 450/078/Kesbangpol tanggal 17 September 2019 tentang Pembubaran Tarekat Ta'jul Khalwatiyah Syekh Yusuf yang dipimpin Maha Guru.
 
Dengan mengambil tindakan dan pembinaan apabila masih melakukan aktivitas atau kegiatan yang bertentangan dengan keputusan MUI Kabupaten Gowa yaitu penyebaran aliran dan paham-paham yang bertentangan dengan syariat Islam dan melakukan pembinaan bagi para pengikut alirannya agar kembali pada ajaran Islam yang sebenarnya melalui kantor Kemenag Kabupaten Gowa.
 
Puang La'lang dalam ajarannya menikahkan muridnya dengan seseorang tanpa wali nikah dan tidak dicatat kantor urusan agama sehingga tidak mendapat akte nikah dan akte kelahiran. Perbuatan Puang La'lang dianggap meresahkan masyarakat. 
 
"Ada 19 item barang bukti yang disita dari hasil penggeledahan terhadap Puang La'lang," ujarnya. 
 
Tersangka dijerat dengan Pasal 156 a KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,dan 5 UU No 8 Tahun 2010 dan atau UU No22 tahun 1946 ancaman hukuman 5 hiingga 20 tahun penjara. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif