Fuad Amin Imron. Foto: Yudhi Mahatma/Antara
Fuad Amin Imron. Foto: Yudhi Mahatma/Antara

Fuad Amin Meninggal

Nasional fuad amin imron
Amaluddin • 16 September 2019 17:49
Surabaya: Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo, Surabaya, Senin, 16 September 2019. Pria yang berstatus tahanan Lapas Kelas 1 Surabaya, Porong Sidoarjo itu meninggal akibat penyakit komplikasi yang dideritanya.
 
"Iya benar, baru saja saya menerima telepon dari Pak Toni Naingolan (Kalapas kelas 1 Surabaya di Porong). Dia (Toni) mendapat informasi dari petugas di RSUD dr. Soetomo mengabarkan Pak Fuad Amin meninggal dunia," ujar Kadiv Permasyarakatan Kemenkumham Jatim, Pargiyono.
 
Pargiyo tak mengetahui pasti mengetahui penyakit yang diderita Fuad Amin. Informasi yang dia terima, Faud Amin menderita penyakit jantung dan komplikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebelumnya Fuad Amin sudah beberapa hari dirawat di RSUD Sidoarjo, kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo karena penyakitnya sudah mengkhawatirkan. Begitu informasinya," kata Pargiyono.
 
Dikonfirmasi terpisah, Humas RSUD Dr. Soetomo Pesta Parulian, membenarkan Fuad Amin meninggal di Graha Amerta RSUD Dr. Soetomo. Menurut Pesta, Fuad Amin masuk RSUD Dr. Soetomo sejak Minggu kemarin.
 
"Meninggal tadi jam 16.00 WIB. Tapi saya belum tahu pasti penyakit apa yang dideritanya," kata Pesta.
 
Fuad Amin adalah Bupati Bangkalan dua periode 2003-2012. Fuad juga pernah menjabat Ketua DPRD Bangkalan pada periode 2014-2019. Dalam perjalanan karirnya Fuad kedapatan menerima suap. Fuad Amin kemudian divonis pidana kurungan 8 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan pada 2015 silam.
 
Oleh Majelis hakim, Fuad terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap terkait perjanjian konsorsium dan kerjasama antara PT Media Karya Sentosa (PT MKS) dan PD Sumber Daya serta memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Codeco Energy Co. Limited terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur. Perjanjian itu membuat PT MKS mendapat pasokan gas dari PT Pertamina EP.
 
Vonis Fuad lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar subsider 6 bulan. Hakim tak sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum terkait penghitungan nilai tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Fuad. Lantaran itu, Fuad divonis lebih ringan.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif