Penyelam dari Alexa Scuba memperhatikan sejumlah biota laut di kawasan Pulau Hari, Konawe Selatan, Sultra, Ahad (14/9/2014) - ANT/Ekho Ardiyanto
Penyelam dari Alexa Scuba memperhatikan sejumlah biota laut di kawasan Pulau Hari, Konawe Selatan, Sultra, Ahad (14/9/2014) - ANT/Ekho Ardiyanto

Indonesia Butuh 2.400 Ahli Kelautan

Arnoldus Dhae • 16 September 2014 18:35
medcom.id, Denpasar: Indonesia membutuhkan 2.400 tenaga ahli kelautan untuk mengelola 76 kawasan konservasi perairan di Indonesia. Kebutuhan ini merupakan upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mewujudkan 20 juta hektare kawasan konservasi perairan di seluruh Indonesia.
 
"Kita ingin mendidik, melatih, tenaga-tenaga ahli terutama untuk mengolah 76 kawasan konservasi di Indonesia. Mereka harus memiliki pengalaman langsung di bidang konservasi kelautan dan pesisir sehingga pemerintah tidak mengalami kesulitan dalam mengawal program-program konservasi di Indonesia," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Syarief Sutardjo saat membuka Pelatihan Internasional Pelestarian dan Perlindungan Kelautan di Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa (16/9/2014).
 
Ia menjelaskan, semua negara memiliki kewajiban menjaga laut, termasuk Indonesia. Untuk itulah, pemerintah membutuhkan banyak tenaga terdidik dan terlatih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah menerbitkan Standar Kompetensi Kerja Khusus (SK3) perencanaaan pengolahan kawasan koservasi perairan. Dalam SK3, tenaga ahli harus memiliki pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap kerja yang profesional dalam penyusunan rencana kerja pengelolahan baik secara langsung maupun tak langsung.
 
Menurut Sharif, kerja sama dengan Coral Triangle Center (CTC) sangat diharapkan untuk mendukung sumber daya kelautan Indonesia. Dalam pelatihan yang dimotori CTC tersebut, ada 100 orang yang dilatih sebagai tenaga ahli dalam konservasi kelautan di Indonesia. Dia berharap, tenaga ahli yang dilatih ikut memperkuat upaya konservasi di Indonesia.
 
(JCO)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif