Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) bersama Kepala BMKG Andi Eka Sakya (kanan) dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola (kedua kiri), menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) di Lapangan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, Rabu (9/3/2016). (Ant/Darwi
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) bersama Kepala BMKG Andi Eka Sakya (kanan) dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola (kedua kiri), menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) di Lapangan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, Rabu (9/3/2016). (Ant/Darwi

Astronot Mendarat di Palu Demi Gerhana Matahari

Nasional gerhana matahari total
ant • 09 Maret 2016 13:22
medcom.id, Palu: Fenomena langka Gerhana Matahari Total menarik minat warga berbagai belahan dunia. Malah, seorang astronot yang dua kali mendarat di bulan, khusus datang ke Indonesia untuk merekam sinar Matahari yang terhalang Bulan.
 
Melansir Antara, Rabu 9 Maret 2016, Andre Kuipers mendarat di lapangan sepakbola Kotapulu, Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Astronot berkebangsaan Belanda itu memilih Kotapulu lantaran dianggap sebagai lokasi strategis.
 
Pria yang tergabung dalam Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) tersebut melakukan ekspedisi ke bulan pada 2004 dan 2012.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kuipers tiba di Indonesia tiga hari lalu melalui Bandara Internasional Ngurah Rai Bali. Dia mengaku memiliki kawan kelahiran Sulawesi Selatan, yang selanjutnya menuju Kota Palu.
 
Peristiwa GMT, bagi Kuipers, merupakan hal yang patut diburu. Dia mengaku sudah lima kali melihat gerhana Matahari. Salah satunya di Tiongkok dengan durasi sekira tujuh menit.
 
Di sela-sela menunggu detik-detik GMT, Andre juga dijumpai Wakil Presiden Jusuf Kalla. Keduanya terlibat perbincangan seputar gerhana matahari.
 
Saat Matahari kembali tersingkap dari Bulan, Kuipers bersama rekan-rekannya melampiaskan kegembiraannya dengan saling berpelukan. Kegembiraan yang sama juga ditunjukkan para peneliti dan turis lainnya di lokasi tersebut.
 
BMKG memasang dua teropong di lokasi pemantauan di lengkapi dengan layar lebar untuk pengunjung di desa yang terletak sekitar 15 kilometer arah selatan Kota Palu itu.
 

(SAN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif