medcom.id, Batang: Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono meramaikan Festival Anggaran 2016 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (14/3/2016). Ki Enthus melepaskan sementara status bupatinya dengan menjadi Dalang Wayang Golek ala Pantura.
Melalui pedalangan kali ini, Ki Enthus berupaya menyerukan kesadaran antikorupsi, kesadaran hukum dan kesadaran beragama. Ki Enthus, dalang yang sudah mendunia ini, memang dikenal kerap menyampaikan isu-isu sosial dan dakwah melalui media wayang.
Ribuan warga Batang memenuhi hampir seluruh area pementasan wayang di Alun-alun Batang. Saking penuhnya, tak sedikit warga yang menonton sambil berdiri. Baik yang menghadap panggung, maupun dari belakang panggung.
Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo dan istri ikut menonton pementasan ini. Mereka berdua tak segan berbaur dengan ribuan warganya dengan duduk lesehan. Sesekali tampak Yoyok dan istri tidak kuat menahan gelak tawa. Ribuan warga lainnya pun juga ikut terhibur.
Peraih dua gelar doktor honoris causa dalam bidang seni budaya ini, mengapresiasi terobosan Festival Anggaran yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Ki Enthus mendukung penuh pemerintah 'menelanjangi' APBD-nya untuk rakyat.
Ki Enthus pun tak malu meniru terobosan Yoyok. Karena bagi Enthus, ia akan meniru apa pun yang baik dari daerah lain, untuk diterapkan di daerahnya.
"Pak Yoyok saya angkat topi. Dua kali saya copas dan saya tiru. Yang ke dua akan saya lakukan pada 23 Maret," kata Ki Enthus di atas panggung.
Yoyok dan Ki Enthus adalah dua orang bupati yang bersahabat sejak lama. Sebelum tampil di panggung, Yoyok menerima Ki Enthus di rumah dinas. Saat dipersilakan duduk di meja bundar, Yoyok memamerkan aksi nge-band dirinya yang diunggah di Youtube.
"Mereka berdua itu lucu," ujar Istri Yoyok yang akrab disapa Bu Yoyok Ini. (M. Rodhi Aulia)
medcom.id, Batang: Bupati Tegal, Ki Enthus Susmono meramaikan Festival Anggaran 2016 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (14/3/2016). Ki Enthus melepaskan sementara status bupatinya dengan menjadi Dalang Wayang Golek ala Pantura.
Melalui pedalangan kali ini, Ki Enthus berupaya menyerukan kesadaran antikorupsi, kesadaran hukum dan kesadaran beragama. Ki Enthus, dalang yang sudah mendunia ini, memang dikenal kerap menyampaikan isu-isu sosial dan dakwah melalui media wayang.
Ribuan warga Batang memenuhi hampir seluruh area pementasan wayang di Alun-alun Batang. Saking penuhnya, tak sedikit warga yang menonton sambil berdiri. Baik yang menghadap panggung, maupun dari belakang panggung.
Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo dan istri ikut menonton pementasan ini. Mereka berdua tak segan berbaur dengan ribuan warganya dengan duduk lesehan. Sesekali tampak Yoyok dan istri tidak kuat menahan gelak tawa. Ribuan warga lainnya pun juga ikut terhibur.
Peraih dua gelar doktor honoris causa dalam bidang seni budaya ini, mengapresiasi terobosan Festival Anggaran yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Ki Enthus mendukung penuh pemerintah 'menelanjangi' APBD-nya untuk rakyat.
Ki Enthus pun tak malu meniru terobosan Yoyok. Karena bagi Enthus, ia akan meniru apa pun yang baik dari daerah lain, untuk diterapkan di daerahnya.
"Pak Yoyok saya angkat topi. Dua kali saya copas dan saya tiru. Yang ke dua akan saya lakukan pada 23 Maret," kata Ki Enthus di atas panggung.
Yoyok dan Ki Enthus adalah dua orang bupati yang bersahabat sejak lama. Sebelum tampil di panggung, Yoyok menerima Ki Enthus di rumah dinas. Saat dipersilakan duduk di meja bundar, Yoyok memamerkan aksi nge-band dirinya yang diunggah di Youtube.
"Mereka berdua itu lucu," ujar Istri Yoyok yang akrab disapa Bu Yoyok Ini. (M. Rodhi Aulia)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)