Ilustrasi--Penjual gudeg Sudarmi mengenakan pelindung wajah saat melayani pembeli di kawasan Demangan, Yogyakarta, Jumat (29/5/2020). (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiansyah)
Ilustrasi--Penjual gudeg Sudarmi mengenakan pelindung wajah saat melayani pembeli di kawasan Demangan, Yogyakarta, Jumat (29/5/2020). (Foto: ANTARA/Hendra Nurdiansyah)

Kota Yogyakarta Akan Terapkan New Normal Bertahap

Nasional Virus Korona New Normal Kenormalan Baru
Antara • 03 Juni 2020 09:15
Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana menerapkan kenormalan baru secara bertahap. Uji coba akan dilakukan lebih dulu untuk mengevaluasi kekurangan pada pelaksanaan protokol baru pencegahan penyebaran covid-19 dalam berbagai aktivitas masyarakat.
 
"Tahapan uji coba akan dilakukan terbatas pada beberapa bidang atau aktivitas masyarakat. Dengan uji coba kami akan memperoleh gambaran apakah protokol yang diterapkan ada kelemahan atau tidak," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, melansir Antara, Rabu, 3 Juni 2020.
 
Kendati berencana melakukan uji coba, Heroe mengatakan akan mengkaji konsep penerapan kenormalan baru. Uji coba nantinya akan dilakukan di pasar, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, hingga sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, yang telah terlebih dulu melakukan simulasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di masa normal baru.
 
Baca juga:Pusat Perbelanjaan di Gorontalo Kembali Dibuka
 
"Dari simulasi tersebut diketahui kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi untuk pelaksanaan new normal (kenormalan baru), termasuk sistem pembelajaran yang harus diterapkan," katanya.
 
Menurut Heroe, penerapan kenormalan baru dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah antara lain membutuhkan mekanisme pembelajaran baru, penyesuaian jadwal, sarana pendukung seperti alat ukur suhu tubuh, serta ketentuan baru bagi siswa, guru, dan pegawai sekolah.
 
"Pelaksanaan new normal tidak bisa dilakukan sekaligus, tetapi harus bertahap. Kami juga berkaca dari pengalaman negara lain seperti Korea Selatan yang terpaksa menutup sekolah setelah satu pekan dibuka karena kasus positif covid-19 meningkat," jelasnya.
 
Ia menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan tata kehidupan normal baru menuntut pemenuhan aturan jaga jarak serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.
 
Baca juga:Surabaya Masih Jauh dari New Normal
 
"Kedua variabel ini harus lebih diketatkan lagi. Masyarakat pun harus lebih disiplin menerapkan jaga jarak dan pola hidup bersih sehat dibanding sebelumnya," katanya.
 
Untuk kebangkitan kehidupan sosial dan ekonomi, Heroe mengemukakan rencana penerapan konsep 'Dari Jogja untuk Jogja', yaitu melibatkan seluruh warga untuk saling mendukung untuk kembali bangkit.
 
"Misalnya membeli produk dari tetangganya sendiri, ada relawan hijau, hingga relawan mengajar. Ini untuk memastikan agar kondisi di Kota Yogyakarta benar-benar aman dulu. Tidak ada kasus tambahan," jelasnya.

 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif