Sejumlah abdi dalem membawa pusaka dan sesaji saat tradisi Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat  (Foto: Antara/Dedhez Anggara)
Sejumlah abdi dalem membawa pusaka dan sesaji saat tradisi Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat (Foto: Antara/Dedhez Anggara)

Peringatan Tradisi Panjang Jimat Diminta Ditiadakan

Nasional Virus Korona maulid nabi Pencegahan Covid-19
Media Indonesia.com • 17 September 2020 08:54
Cirebon: Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, meminta tradisi panjang jimat memperingati Maulid Nabi Muhammad di sejumlah keraton ditiadakan.
 
Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi menyatakan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon telah merekomendasikan agar tidak menggelar tradisi panjang jimat pada peringatan Maulid Nabi Muhammad.
 
“Tidak hanya tradisi panjang jimatnya, tradisi pasar dadakan yang biasanya digelar sebulan sebelum pelaksanaan panjang jimat juga diminta ditiadakan,” paparnya, Kamis, 17 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Isolasi Mandiri Memicu Klaster Keluarga
 
Rekomendasi untuk tidak menggelar tradisi yang sudah berlangsung sejak lama tersebut, menurut Agus, segera dikirimkan ke sejumlah keraton yang rutin menggelar tradisi 'muludan'.
 
“Kami juga akan melakukan mediasi dengan Pak Sultan supaya bisa memberikan semacam maklumat peniadaan tradisi ini. Alasan keluarnya rekomendasi terkait dengan meningkatnya korban terpapar covid-19,” jelas dia.
 
Tradisi panjang jimat dan pasar dadakan setiap tahun selalu dipadati warga. Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini jatuh pada 28 Oktober 2020. (Nurul Hidayah)

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif