Suasana aktivitas di VVIP Bandara Hang Nadim jelang kedatangan 250 WNI dari Tiongkok, malam ini sekitar pukul 02.00 WIB.. Foto: Medcom.id/Anwar Sadat
Suasana aktivitas di VVIP Bandara Hang Nadim jelang kedatangan 250 WNI dari Tiongkok, malam ini sekitar pukul 02.00 WIB.. Foto: Medcom.id/Anwar Sadat

250 WNI dari Tiongkok Dikarantina di Natuna

Nasional virus korona evakuasi wni
Anwar Sadat Guna • 02 Februari 2020 03:36
Batam: Pemerintah menetapkan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai lokasi observasi sehat atau karantina dari 250 Warga Negara Indonesia dari Tiongkok. Ratusan WNI tersebut akan ditempatkan di Hanggar Bandara Raden Sadjad (RSA) Ranai, Natuna.
 
"Lokasi observasi atau karantina ratusan WNI sudah pasti di Natuna. Kepastian tersebut kami peroleh dari Kementerian Kesehatan dan BNPB RI," ungkap Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti kepada Medcom.id, Sabtu, 1 Februari 2020.
 
Ratusan WNI dari Tiongkok dijadwalkan tiba di Natuna, Minggu, 2 Februari 2020 dini hari. Pesawat Batik Air yang membawa mereka akan tiba di Batam dan selanjutnya diangkut mengggunakan pesawat TNI AU ke Natuna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ngesti mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemenkes dan BNPB RI. Para WNI itu akan ditempatkan di Hanggar Lanud RSA Ranai, Natuna.
 
"Akan dikarantina (observasi) di Hanggar milik Pangkalan Udara TNI AU RSA Ranai," ungkap Ngesti.
 
Dipilihnya daerah tersebut karena Natuna memiliki pangkalan militer yang luas dan berada jauh dari pemukiman warga. Dia mengaku sedikit kecewa dengan kebijakan pemerintah ini.
 
Menurut dia, pemilihan Natuna sebagai lokasi karantina minim transparansi. Tak heran, kata Ngesti, masyarakat Natuna menyatakan penolakannya terhadap rencana Natuna dijadikan lokasi karantina.
 
"Kami meminta agar Kemenkes menyampaikan secara transparan kepada masyarakat Natuna terkait kebijakan pemerintah tersebut," ujarnya. Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat Natuna agar tidak panik menyikapi hal ini.
 
Selama berada di ruang observasi, Ratusan WNI tersebut akan dirawat dan ditangani oleh sejumlah tim medis khusus yang didatangkan dari Jakarta. Mereka akan ditempatkan sementara di hanggar selama dua pekan sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.
 

 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif