Sumber: htKetua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla usai bertemu dengan para ketua PMI se-Sulawesi Selatan di Wisma Kalla, Makassar, Kamis, 18 Juni 2020. tps://mediaindonesia.com/read/detail/321486-jusuf-kalla-tes-massal-kunci-menang-lawan-vi
Sumber: htKetua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla usai bertemu dengan para ketua PMI se-Sulawesi Selatan di Wisma Kalla, Makassar, Kamis, 18 Juni 2020. tps://mediaindonesia.com/read/detail/321486-jusuf-kalla-tes-massal-kunci-menang-lawan-vi

Jusuf Kalla: Tes Massal Kunci Menang Lawan Virus Korona

Media Indonesia.com • 18 Juni 2020 13:56
Makassar: Kecepatan dalam bertindak dan tes massal disebut menjadi kunci untuk menang melawan covid-19. Banyak negara yang gagal dalam menghadapi korona karena terlalu memandang enteng wabah mematikan tersebut.
 
"Tes massal penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana penularannya dan daerah mana yang menjadi episentrum penularan wabah,"  kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla usai bertemu dengan para ketua PMI se-Sulawesi Selatan di Wisma Kalla, Makassar, Kamis, 18 Juni 2020. 
 
Kalla menyebut melawan korona dengan mengandalkan kecepatan bisa memperlambat penularan. Sebab virus tidak mengenal negara maju atau pun negara miskin. Bahkan negara maju yang paling banyak kena akibat memandang enteng lalu lambat dalam bertindak.

"Tes itu untuk kita tahu berapa banyak, siapa, di mana dan dengan siapa dia telah berhubungan," kata Kalla.
 
Ia menambahkan, Indonesia dalam waktu tiga bulan sejak pertama kali dideteksi penambahan jumlah penderita Indonesia bertambah 1.000 setiap harinya dan akan bisa bertambah banyak bila tidak ada tindakan yang lebih konkret.
 
"Yang kena sekarang 1.000 orang per hari, artinya setiap test ada 8 persen orang terdeteksi positif. Dan lima persen di antaranya meninggal. Jumlah itu akan bisa terus bertambah kalau tidak ada tindakan yang lebih keras lagi," tegas Kalla.
 
Selain itu Kalla mengungkapkan rencana Palang Merah Internasional atau di seluruh dunia menjadi pusat lokasi vaksinasi virus korona. 
 
"Ini masih dibicarakan. Akan dipersiapkan semua termasuk praktiknya bagaimana, dan tentu ada pelatihan, dilatih dari sekarang," ungkapnya.
 
"Jika cepat terealisasi, satu hari bisa satu juta orang yang divaksin. Artinya, kalau di Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar Rp250 juta, maka butuh waktu dua tahun lebih untuk vaksinsi," sambung Kalla.
 
Pada kesempatan itu juga, dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara PMI Makassar dan Kalla Group untuk pembentukan Satgas Covid, yang jadi inisiatif korporasi, pada bidang kesehatan, penyemprotan disinfektan, PHBS standar kesehatan, sampai pada penanganan korban.
 
"Ini menjadi salah satu kunci sukses sharing resources dalam keberhasilan penanganan bencana non alam covid-19," sambung Ketua PMI Makassar Syamsu Rizal MI, disaksikan Ketua PMI Sulsel Adnan Purichta Ichsan.
 
Usai kegiatan, pihak PMI pun membagikan sejumlah  voucher bahan bakar minyak (BBM) gratis untuk sopir angkutan umum atau pete-pete dan pengemudi bentor (becak dengan motor) senilai masing-masing Rp100 ribu dan Rp20 ribu.  (Lina Herlina)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>