ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Peras Pedagang, Anggota YLKI Kalsel Ditangkap Polisi

Nasional pemerasan
Denny S • 26 Desember 2017 13:51
Banjarmasin:Dua anggota Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kalimantan Selatan ditangkap polisi Senin, 25 Desember 2017. Mereka diduga terlibat aksi pemerasan terhadap seorang pedagang kosmetik sebesar Rp40 juta.
 
"Dua anggota YLKI Kalsel kita tetapkan sebagai tersangka dan empat lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif, " kata Kepala Polsek Kota Banjarmasin Timur Komisaris Uskiansyah, Selasa, 26 Desember 2017.
 
Dua anggota YLKI Kalsel yang ditetapkan jadi tersangka yakni Rahmad, 29, dan Yusrin, 53. Keduanya merupakan warga Banjarmasin. Keduanya ditangkap dan menjalani pemeriksaan di Polsek Banjarmasin Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Uskiansyah menjelaskan kasus bermula dari laporan korban bernama Hadijah, seorang pedagang kosmetik, yang diperas dan dimintai uang Rp40 juta oleh oknum anggota YLKI.
 
"Seorang oknum YLKI ditangkap tangan saat korban menyerahkan uang Rp5 juta pekan lalu," tuturnya.
 
Dalam pengembangan kasus ini polisi kemudian menangkap Yusrin yang merupakan Sekretaris YLKI. Penangkapan dilakukan karena di rekeningnya ditemukan barang bukti transfer uang Rp10 juta dari korban.
 
"Awalnya korban yang penjual kosmetik didatangi tersangka yang berpura-pura mau membeli produk kosmetik. Kemudian salah satu tersangka mengaku pegawai YLKI Kalsel dan mengatakan kalau produk yang dijual korban tidak terdaftar dan mengancam korban," tambahnya.
 
Aksi ini juga melibatkan anggota YLKI lainnya. Korban ditakut-takuti tentang ancaman kurungan dan denda. Takut berurusan dengan pihak berwajib, korban pun terpaksa menyanggupi permintaan para pelaku sebagai uang damai sebesar Rp40 juta.
 
Para tersangka dikenakan pasal tindak pidana pemerasan dengan Pasal 363 KUHP.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif