Ilustrasi super blood mood. MI/Susanto
Ilustrasi super blood mood. MI/Susanto

Gerhana Bulan Total Berpotensi Menimbulkan Banjir Rob

Amaluddin • 26 Mei 2021 15:45
Surabaya: Gerhana Bulan Total (GBT) bakal terjadi di Tanah Air pada sore ini hingga malam, Rabu, 26 Mei 2021. GBT berpotensi menimbulkan banjir rob karena adanya daya tarik matahari dan bulan, sehingga dapat meningkatkan air laut pasang.
 
"GBT tidak berpengaruh terhadap kondisi gelombang laut, sebab gelombang laut dibangkitkan oleh angin yang tidak terdampak langsung oleh adanya GBT. Tapi GBT berpengaruh terhadap ketinggian pasang, di mana gaya tarik bulan dan matahari yang sejajar, sehingga dapat meningkatkan terjadinya pasang tinggi yang dapat menimbulkan terjadinya banjir rob,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Juanda, Teguh Tri Susanto, dikonfirmasi.
 
Teguh menjelaskan, GBT terjadi ketika posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar. Hal ini membuat bulan masuk ke umbra bumi. Gerhana ini dapat disebut sebagai Gerhana Bulan Total Perige atau dikenal pula sebagai Super Blood Moon, karena saat fase totalitas Bulan akan terlihat kemerahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Malam Ini Gerhana Bulan Total, Berikut Jadwal dan Wilayah yang Bisa Mengamati
 
"GBT ini akan terlihat jelas jika kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan, di wilayah Surabaya dan Jatim. Mulai akan terlihat di jam 18.09 WIB saat mulai fase gerhana total hingga selesai fase jam 20.51 WIB,” terangnya.
 
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Jatim, Shofiyulloh, menjelaskan bahwa dalam Ilmu Falak gerhana bulan dibedakan berdasarkan warna, yaitu merah dan hitam.
 
Warna merah merujuk pada yang dalam Ilmu Astronomi modern disebut dengan Super Blood Moon. Sementara warna hitam adalah gerhana yang ketika itu terjadi waja bulan terlihat gelap (Super Dark Moon).
 
Baca: Observatorium Astronomi Itera Lampung Amati Langsung Gerhana Bulan Total
 
Super Blood Moon maksudnya itu, kan, merah. Itu menunjukkan bahwa bulan itu melewati bayangan inti bumi, tapi agak ke pinggir, sehingga atmosfer bumi membiaskan cahaya sehingga masuk ke permukaan bumi sehingga terlihat merah (disaksikan dari permukaan bumi),” ujar Gus Shofi, sapaan akrabnya.
 
Dia menerangkan, saat gerhana terjadi wajah bulan akan terlihat lebih besar dari biasanya. Lantaran saat gerhana terjadi bulan berada di titik terdekat dari bumi.
 
“Karena bulan beredar di bumi itu kan, elips (beredar di garis bundar lonjong), sehingga karena elips konsekuesnsinya ada titik terdekat dan terjauh. Gerhana nanti Bulan berada di titik terdekat sehingga akan kelihatan besar, makanya dinamakan Super Moon," ujarnya.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif