Antara/Aditya Pradana Putra.
Antara/Aditya Pradana Putra.

Wali Murid SMK 1 Bawen Semarang Protes Pungutan Biaya Seragam Baru Tembus Rp1,9 Juta

Media Indonesia.com • 29 Agustus 2021 19:49
Semarang: Ratusan orangtua siswa SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, resah penarikan pembelian seragam sekolah. Biayanya hingga Rp1,9 juta per murid baru.
 
Penarikan pembelian seragam baru yang harus dibayar secara kontan pada Senin, 30 Agustus besok dihimpun lembaga yang menamakan paguyuban orangtua siswa. Tidak hanya besaran biaya, keresahan ratusan orangtua siswa karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan tentang pembelian seragam oleh pihak sekolah dan sosialisasi dari paguyuban orangtua siswa. 
 
"Kami kaget tiba-tiba-tiba dapat edaran dari pihak mengatasnamakan paguyuban untuk membeli seragam. Padahal sebelumnya tidak ada pemberitahuan dan harus bayar kontan, " kata Dewi, 44, orangtua siswa SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Minggu, 29 Agustus 2021.

Agustina menambahkan orangtua  siswa lain  juga tidak pernah mengetahui keberadaan paguyuban tersebut. Apalagi, lanjutnya, pihak sekolah terkesan cuci tangan menyangkut pengadaan seragam tersebut.
 
Baca: 57 Ribu Dosis Vaksin Disiapkan untuk Pelajar SMA/SMK se-Jatim
 
Ketua Paguyuban Siswa Slamet Partono ketika dikonfirmasi masalah ini enggan menjawab tentang pengadaan seragam tersebut. Bahkan ia berupaya menghindari pertanyaan yang diajukan termasuk masalah harga seragam serta keharusan pembelian oleh orangtua siswa.
 
"Saya belum bisa menjawab itu. Besok saja akan saya komunikasikan dulu dengan komite untuk menjembatani masalah itu dengan orangtua siswa," kata Slamet Partono. 
 
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah mengaku kaget ada pembelian seragam tersebut. Soalnya hingga saat ini untuk sekolah lanjutan tingkat atas belum dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dan sekolah yang akan melakukan PTM harus mendapat izin terlebih dahulu. 
 
Menyangkut surat edaran tersebut, Ganjar akan melakukan pengecekan ke pihak sekolah. Apalagi dalam edaran itu tidak tercantum diketahui oleh sekolah. "Saya akan cek dulu masalah itu,. Apalagi katanya ketua paguyuban ialah teman saya," imbuhnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>