Foto: Petugas SAR membawa bagian pesawat Aviastar yang terjatuh di Gunung Pajaja, Kecamatan Latimojong, Luwu, Sulawesi Selatan/AFP
Foto: Petugas SAR membawa bagian pesawat Aviastar yang terjatuh di Gunung Pajaja, Kecamatan Latimojong, Luwu, Sulawesi Selatan/AFP

Tiga dari 10 Jenazah Korban Aviastar Teridentifkasi

Lina Herlina • 07 Oktober 2015 14:53
medcom.id, Makassar: Sebanyak tiga dari 10 jenazah korban Aviastar berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokkes Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat. Tim DVI mengaku sulit mengidentifikasi lantaran jasad korban hangus terbakar.
 
"Itu karena anggota DVI harus bekerja ekstra lantaran jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulselbar Kombes Raden Harjuno di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Mappaoddang, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (7/10/2015).
 
Tiga jenazah yang berhasi diidentifikasi adalah dua penumpang yakni Nurul Fatimah, 26, warga Jalan Sunu Il/3, Makassar; dan Rizal Arman, 30, warga Jalan Jambu Putih, Kecamatan Koasia, Kendari, Sulawesi Tenggara. Satu jenazah lainnya yakni teknisi Aviastar Soekris Winarto, 43, warga Jalan Merak, Kelurahan Mandala, Kecamatan Mandala Kota, Biak, Papua.

"Sementara tujuh lainnya masih dalam proses identifikasi. Identifikasi ketiganya lebih cepat lantaran data dari postantemortem yang kita pegang dari keluarga, sesuai dengan ketiganya," kata dia.
 
Dari hasil pemeriksaan, jenazah pertama, atas nama Nurul Fatimah, 26, teridentifikasi melalui data primer, berupa denta odontologi forensik atau berkas pemeriksaan gigi, termasuk data sekunder berupa jenis kelamin, umur dan properti yang dipakai saat kejadian itu sesuai.
 
Jenazah kedua atas nama Riza Arman, 30, berjenis kelamin pria, teridentifikasi juga dari kondisi gigi danmemperlihatkan umur sekitar 20-40 tahun. "Hal yang sama juga dalam identifikasi jenazah ketiga, atas nama Soekris Winarto, 43. Dari data postmortem yang diberikan keluarga, Soekris disebut memiliki gigi kekuningan. Bagian belakang gigi sudah ada yang tanggal. Selain itu, data sekunder seperti celana warna biru tua yang melekat juga menjadi data untuk identifikasi soekris, serta pangkat bengkok melekat pada badan," urai Harjuno.
 
Usai identifikasi tiga jenazah tersebut, Harjuno mengatakan, pihak keluarga bisa langsung menerima dan membawa jenazah. Karena pihak Dokkes Polda Sulsel pun telah mengkafani jenazah, jika pihak keluarga ingin langsung melakukan pemakaman.
 
Sementara itu, untuk tujuh jenazah lainnya, tim antemortem masih harus melakukan penyesuaian data yang ada, mulai dari DNA, hingga rambut akan dicocokkan dengan data yang dihimpun tim. Meski demikian, pihak DVI Dokkes Polda Sulsel berjanji sesegera mungkin menyelesaikan pendataan tersebut, agar pihak keluarga tidak menunggu terlalu lama.
 
Jenazah 10 orang, yang terdiri atas tiga awak dan tujuh penumpang pesawat twin otter milik aviastar telah tiba di RS Bhayangkara Makassar, tiba Selasa (6/10) malam, dan langsung ditangani secepatnya.
 
Pesawat Aviastar tersebut hilang kontak sejak Jumat (2/10) dan baru ditemukan dalam kondisi tidak utuh lagi bersama penumpang yang semua meninggal, Senin (5/10) sore pada ketinggian antara 7.300 feet, di Gunung Pajaja, Dusun Gamaru, Desa Ulu Salu, Kecamatan Latimojong Kabupaten Luwu, Sulsel.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TTD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>