Kupang: Kapal Motor Kasih 25 yang mengangkut 24 penumpang, tenggelam di Selat Pukuafu antara Kupang dan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 5 Juli 2020. Insiden itu mengakibatkan dua anak meninggal, tiga orang selamat, dan 19 penumpang hilang.
"Dua korban anak kecil ditemukan terikat tali pukat di perahu," kata anggota tim penolong dari Basarnas Kupang, Teddy, melansir Mediaindonesia.com, Minggu, 5 Juli 2020.
Dia menerangkan, dua anak itu ditemukan bersama pria di kapal. Dia mengungkap, korban pria itu ditemukan selamat.
"Saat ini sedang dalam perawatan di kapal," ujarnya.
Teddy melanjutkan, dua korban selamat lainnya ditemukan oleh Kapal Cepat Bahari Express yang melintas beberapa saat setelah kejadian. Sedangkan 19 penumpang lainnya masih dicari.
Perahu bertolak dari Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Perahu tenggelam diduga akibat angin kencang dan gelombang tinggi.
"Musibah terjadi sekitar pukul 10.30 Wita, namun baru diketahui pada pukul 14.05 Wita," ungkapnya.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan daerah itu. Kecepatan angin mencapai 50 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 4 meter.
Kupang: Kapal Motor Kasih 25 yang mengangkut 24 penumpang, tenggelam di Selat Pukuafu antara Kupang dan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 5 Juli 2020. Insiden itu mengakibatkan dua anak meninggal, tiga orang selamat, dan 19 penumpang hilang.
"Dua korban anak kecil ditemukan terikat tali pukat di perahu," kata anggota tim penolong dari Basarnas Kupang, Teddy, melansir
Mediaindonesia.com, Minggu, 5 Juli 2020.
Dia menerangkan, dua anak itu ditemukan bersama pria di kapal. Dia mengungkap, korban pria itu ditemukan selamat.
"Saat ini sedang dalam perawatan di kapal," ujarnya.
Teddy melanjutkan, dua korban selamat lainnya ditemukan oleh Kapal Cepat Bahari Express yang melintas beberapa saat setelah kejadian. Sedangkan 19 penumpang lainnya masih dicari.
Perahu bertolak dari Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Perahu tenggelam diduga akibat angin kencang dan gelombang tinggi.
"Musibah terjadi sekitar pukul 10.30 Wita, namun baru diketahui pada pukul 14.05 Wita," ungkapnya.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan daerah itu. Kecepatan angin mencapai 50 kilometer per jam dan tinggi gelombang mencapai 4 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)