Penambang Emas Ilegal di Papua Ditangkap
ilustrasi Medcom.id
Makassar: Mabes Polri bersama Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan menangkap penambang emas ilegal di Timika, Papua, usai menjual hasil penambangannya di Makassar. 

Kepala Sub Direktorat V Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Mabes Polri Kombes S Putut Wacaksono mengatakan tiga orang ditangkap dalam kasus penambangan ilegal tersebut.

"Awalnya kami di Mabes menyelidiki kasus penambangan ilegal ini dan berhasil menangkap salah seorang dari mereka di Bandara Hasanuddin Makassar," ujarnya.


Pelaku pertama yang ditangkap Mabes Polri yakni berinisial D. Dari tangan pelaku ini, polisi menyita 15 batang emas dengan berat 16,7 kilogram.

Usai penangkapan terhadap D ini, Mabes berkoordinasi dengan Polda Sulsel terkait kasus penambangan ilegal tersebut. Polda Sulsel yang melakukan pengembangan kasus berhasil menangkap dua orang tersangka lainnya. Satu pelaku ditangkap di salah satu toko emas di Jalan Buru Makassar berinisial J yang berperan sebagai penadah atau pembeli barang hasil kejahatan.

"Peran D ini menambang pasir emas kemudian dimurnikan menjadi kepingan emas dan bahkan batangan, lalu menjualnya kepada J," katanya lagi.

Putut mengatakan tersangka D mengaku sudah dua tahunan melakukan penambangan ilegal di Timika, Papua dan dimodali langsung oleh tersangka J. Tersangka J juga mengakui dalam sebulan itu dirinya mendapatkan hasil penambangan emas dari D sebanyak dua hingga tiga kali yang semuanya sudah dimurnikan menjadi emas batangan.

"Jadi semua prosesnya ini menyalahi, tersangka D menambang secara ilegal dan didanai oleh J. Hasil penjualannya itu kepada J juga tidak dilakukan dengan benar atau dokumen, dan hanya dijual gelondongan saja," katanya pula.

Dari tangan pelaku J ini, di toko emasnya polisi menyita barang bukti berupa emas batangan sebanyak 18 keping dengan berat 6,8 kilogram lebih. Selain tersangka D dan J, polisi kemudian menangkap tersangka lainnya berinisial A. Tersangka A ditangkap di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan barang bukti 10 lempengan emas batangan.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id