Polisi Tangkap Empat Terduga Pelempar Kendaraan di Jalan Trans Sulawesi

Mulyadi Pontororing 16 Agustus 2018 20:36 WIB
kejahatan
Polisi Tangkap Empat Terduga Pelempar Kendaraan di Jalan Trans Sulawesi
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Manado: Polsek Ranoyapo, Amurang, Sulawesi Utara menangkap empat pemuda yang diduga pelaku pelemparan dua kendaraan yang melintas di Jalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Ranoyapo, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Kamis dini sekira pukul 03.00 WITA.

Kapolsek Ranoyapo Iptu Charles Lumanaw mengatakan, keempat pelaku itu masing-masing berinisial AW alias Al, 23, RS, 22, RS, 17, dan AT, 16. Keempatnya merupakan warga Desa Ranoyapo.

"Ada dua buah kendaraan yang jadi korban yaitu sebuah mini bus dengan nomor polisi DB 7040 MK dan Kijang Expo nomor polisi DB 2715 CA," kata Charles di Ranoyapo, Kamis, 16 Agustus 2018.


Charles menjelaskan, kendaraan mini bus yang dikemudikan oleh Sonny Liando, 48, mengalami kerusakan pada kaca samping kiri bagian tengah dan  seorang penumpang mengalami luka pada bagian lengan kiri akibat pecahan kaca.

Sementara untuk pengemudi Kijang Expo DB 2715 CA, yang dikendarai Sartono Alie, 39, mengalami luka sobek di kepala bagian kanan.

"Setelah mendapat laporan, kami langsung mendatangi TKP, melakukan proses identifikasi dan mengamankan empat terduga pelaku yang merupakan warga Desa Ranoyapo," jelas Charles.

Saat ini, lanjut Charles keempat pemuda tersebut sudah ditahan untuk proses hukum lanjut. "Kami masih terus mendalami motif kasus pelemparan kendaraan ini," beber Charles.

Memakan Korban Lain

George Lantemona salah satu warga Kota Manado mengatakan, dirinya sempat menjadi korban pelemparan tersebut. Menurut George saat itu ia hendak ke Kotamobagu bertolak dari Manado. Pelemparan terjadi saat melintas Jalan Trans tersebut tepat saat berada di Amurang, Minasaha Selatan.

George tak bisa memastikan kapan tepatnya dia menjadi korban. Namun dia mengatakan saat itu tengah malam.

"Pas lewat di Amurang tiba-tiba ada bunyi keras di bagian kiri mobil. Saya pun kaget dan langsung memberhentikan mobil. Setelah diperiksa kaca kiri depan mobil pecah akibat lemparan batu," cerita George.

Menurutnya, lokasi kejadian tak jauh dari Polsek Amurang sehingga dirinya langsung memutar arah balik menuju polsek dan melaporkan kasus tersebut.

"Polisi sempat mengamankan seorang pemuda di dekat lokasi kejadian. Namun dia berkeras tak melakukan pelemparan. Saya pun tak mampu mengenali pelaku lantaran saat itu gelap," terang George.

Akibat tidak cukup bukti, pemuda yang ditangkap itu pun dilepaskan polisi. George mengaku tak puas lantaran pelaku tak tertangkap. Apalagi kata George, dirinya harus merogoh kocek sekira Rp1 juta untuk mengganti kaca mobilnya.

"Beruntungnya tak ada yang terluka dalam peristiwa itu. Saya hanya bisa berharap aparat kepolisian atau pemerintah daerah di sepanjang Jalan Trans Sulawesi memperketat penjagaannya apalagi pada malam hari agar kejadian tersebut tak terulang kembali," pungkas George.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id