Atap SDN Gentong I ambruk. (Dok. BPBD Kota Pasuruan)
Atap SDN Gentong I ambruk. (Dok. BPBD Kota Pasuruan)

Tenda Darurat Didirikan untuk Siswa SDN Gentong

Nasional sekolah ambruk
Daviq Umar Al Faruq • 05 November 2019 18:26
Pasuruan: Pemerintah Kota Pasuruan segera mendirikan tenda darurat setelah ambruknya atap ruang kelas di SDN Gentong I Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa, 5 November 2019. Sebanyak empat atap ruang kelas ambruk pagi tadi, yakni kelas V.A, V.B, II.A, dan II.B.
 
"Penanganan pasca musibah yang dapat dilaksanakan di antaranya mendirikan tenda darurat untuk kegiatan belajar-mengajar," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan, Samsul Hadi, saat dikonfirmasi Medcom.id.
 
Empat kelas berisikan total 129 siswa. Ruang kelas II.A berisi 32 siswa, ruang kelas II.B berisi 31 siswa, ruang kelas V.A berisi 33 siswa dan ruang kelas V.B berisi 33 siswa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses belajar mengajar untuk sementara dilakukan di sekolah terdekat. Samsul menambahkan proses belajar mengajar juga dapat dilakukan secara double shift di kelas yang aman.
 
"Pembangunan kembali gedung yang mengalami kerusakan dianggarkan pada tahun 2020," tandasnya.
 
Ambruknya atap ruang kelas menyebabkan dua orang meninggal, dua orang luka berat dan 10 orang luka ringan. Seluruh korban dibawa ke RSUD Dr R Soedarsono dan Rumah Sakit Graha Sehat Medika, Pasuruan.
 
Korban luka ringan antara lain Zidan Izzulhaq, 8, (kelas II.B); Wildanul Firdausi, 11, (kelas V.A); Alysah, 7, (kelas II.B); Kina, 8, (kelas II.A); dan Akbar, 8, (kelas II.B).
 
Selanjutnya korban Aisyah, 8, (kelas II.A); Zahra Salsabila, 9, (kelas II.B); Ahmad Gerhana, 8, (kelas II.B); Moh Putra, 11, (kelas V.B) dan Siti Rohmania, 8, (kelas II.B).
 
Korban luka berat yakni Abdul mukti, 11, mengalami luka patah tulang di paha kiri (kelas V.A) dan Dina Hilda Handin, 10, mengalami luka patah tulang terbuka (kelas V.A).
 
Sedangkan korban meninggal yaitu Irza Almira, 8, pada saat kejadian berada di kelas II.B. Seorang petugas perpustakaan atau guru pengganti, Sevina Arsy Wijaya, 19, saat kejadian berada di kelas V.A.
 

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif