Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bantul, Aipda Musthafa Kamal. (Foto: Medcom.id/Mustaqim)
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bantul, Aipda Musthafa Kamal. (Foto: Medcom.id/Mustaqim)

Status Hukum Siswa Pembacok Guru Tunggu Rekomendasi Bapas

Nasional penganiayaan
Ahmad Mustaqim • 26 November 2019 18:32
Bantul: Polres Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masih menunggu rekomendasi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Yogyakarta terkait status hukum siswa pembacok guru, CB, 16. Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, penyelesaian kasus CB belum tentu dilanjutkan ke tahap penuntutan.
 
"Penanganan pelaku anak ini harus menunggu rekomendasi Bapas, apakah akan direvisi atau lanjut proses hukumnya. Tidak sembarangan," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Aipda Musthafa Kamal, Selasa, 26 November 2019.
 
Persoalan status hukum CB, kata Mustafa, lantaran remaja tersebut diketahui mengalami gangguan psikologis. Saat ini CB masih harus melakukan asesmen terkait kondisi kejiwaannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, hak-hak CB sebagai pelaku kejahatan anak sekaligus pelajar juga mesti dipertimbangkan. Terutama soal hak sebagaimana diatur dalam Sistem Peradilan Pidana Anak.
 
"Kasus hukum ini harus berpedoman pada UU Perlindungan Anak. Kami harus hati-hati, jangan sampai melanggar hak anak," ujarnya.
 
Kendati didesak korban untuk segera menyelesaikan penyidikan, Kamal mengatakan pihaknya tetap harus berhati-hati.
 
"Sambil menunggu rekomendasi, kami juga memeriksa saksi-saksi yang lain. Ada orang tua korban, namun sulit diperiksa karena sudah tua. Tapi ada saksi yang tahu saat korban berteriak," ujarnya.
 
Ia menambahkan, Polres Bantul telah meminta sekolah untuk tidak mengeluarkan CB. Sebab, pelaku tetap memiliki hak mendapatkan pendidikan.
 
"Sementara, anak menjalani asesmen dulu. Untuk dapat data awal, tidak sekolah. Pihak sekolah memahami itu," katanya.
 
CB sebelumnya melukai Wening Pamuji Asih, yang merupakan salah satu guru di sekolahnya, menggunakan pisau di kediamannya, Dusun Sambeng, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Rabu, 20 November 2019. Korban mengalami luka sobek di perut dengan lebar tiga sentimeter dan panjang tujuh sentimeter.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif