Petugas BPBD Kota Tangerang saat melakukan evakuasi ular di pemukiman warga. ANTARA/dokumen
Petugas BPBD Kota Tangerang saat melakukan evakuasi ular di pemukiman warga. ANTARA/dokumen

BPBD Tangerang 'Banjir' Laporan Evakuasi Ular

Antara • 26 Juli 2022 16:40
Tangerang: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten, mengungkapkan saat musim hujan banyak menerima permohonan bantuan evakuasi ular dalam sehari mencapai tiga hingga lima laporan.
 
"Fenomena ini muncul karena sarang atau habitat ular tergenang air hujan dan menyebabkan ular mencari habitat baru serta mendatangi wilayah tempat tinggal masyarakat," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Ghufron Falveli, di Tangerang, Selasa, 26 Juli 2022.
 
Dikatakannya, saat ini permohonan bantuan evakuasi ular dari masyarakat terbilang tinggi, jenis ular yang kerap kali ditemukan adalah ular sanca dan ular kobra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ghufron memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, sebagai bentuk pencegahan datangnya ular ke pemukiman warga. Mulai dari membuat pagar, tidak menumpuk barang-barang , serta memberikan wangi-wangian yang menyengat.
 
Baca juga: Konflik Manusia dan Gajah di Aceh Hampir Terjadi Setiap Hari

“Selain itu, sistem sirkulasi dan penyinaran matahari yang masuk ke dalam rumah juga harus bagus dan perlu diperhatikan, karena ular sangat suka kondisi yang lembab,” kata dia.
 
BPBD menyampaikan kepada masyarakat tidak perlu takut dan khawatir jika tim petugas belum datang untuk mengevakuasi. Masyarakat bisa menggunakan alat-alat seperti bambu dan kayu tapi tetap harus waspada dan menjaga jarak.
 
“Tetap ya masyarakat harus berhati-hati, jangan asal saja untuk menangkap ula," ujarnya.
 
Untuk pelaporan penanganan bisa langsung hubungi 112, UPT Ciledug 73450934, UPT Cibodas 55732113, UPT Batuceper 5522366, Periuk 59319462, atau di Aplikasi Laksa. “Bisa melapor melalui telepon atau aplikasi, nanti akan langsung diteruskan ke BPBD Kota Tangerang.”
 
Ia menambahkan hewan liar yang bisa dievakuasi oleh BPBD antara lain monyet, kucing, dan sarang tawon. "Setelah di evakuasi hewan tersebut akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)," terang dia. 
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif