Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. IST
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. IST

Warga Surabaya Dimbau Waspada Menjelang Pancaroba

Nasional musim pancaroba
Syaikhul Hadi • 25 Oktober 2019 14:10
Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau masyarakat Kota Pahlawanwaspada menghadapi pancaroba. Terutama dari dampak yang diiitimbulkan, salah satunya penyakit demam berdarah dengue (DBD).
 
"Mendekati musim hujan saya berharap seluruh warga itu mengecek semua instalasi listrik-listrik itu, mengecek talang-talang (atap) semua supaya tidak bocor, mengecek kaleng-kaleng itu, biasanya nyamuk-nyamuk datang ketika musim hujan," ujar Risma, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Masyarakat juga diminta berhati-hati saat berkendara saat musim hujan. Permintaan itu sebagai langkah antisipasi hal yang tidak diinginkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak usah malu sekarang ini pakai jas hujan, jangan sampai kemudian waktu kita terbuang untuk ngiyup (berteduh), untuk berhenti. Tapi kalau hujan itu deras dan menghalangi pandangan, tidak apa-apa (berteduh)," tambahnya.
 
Risma berpesan agar masyarakat memikirkan masa depan dan jangan terus berada di zona nyaman. Sehingga membuat tidak berkembang dan kurang produktif.
 
"Mungkin karena kondisi alam kita nyaman, sehingga seringkali kita itu kurang, wes ndak apa-apa ndak punya planning, ndak bisa seperti itu lagi. Jadi kita harus berpikir untuk mengantisipasi bagaimana ke depan," jelasnya.
 
Dia mencontohkan bila Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) Surabaya Rp 3,8 juta naik menjadi Rp 4,2 juta pada 2020, maka ada selisih Rp 400 ribu. Dari selisih uang itu, Wali Kota berharap, bisa ditabung untuk pendidikan anak dan masa depan ketika pensiun.
 
"Jadi artinya kita berusaha harus mengantisipasi. Bagaimana jika begini, jika begini, jangan kemudian kita nyaman di kondisi saat ini, beli apa-apa tanpa kemudian memperhatikan ternyata rumah masih sewa," ujar Risma.
 
Ia bercerita dahulu banyak orang memandang negatif kenapa membangun saluran di bawah jalur pedestrian. Setelah pembangunan rampung, saluran di bawah pedestrian mampu mengantisipasi banjir ketika hujan deras turun.
 
"Dulu orang bilang kenapa Risma bikin saluran seperti itu. Tapi coba kalau dulu saya tidak antisipasi dengan saluran, pasti sudah (tenggelam) kota ini," ujarnya.
 
Dari pengalaman tersebut, kata Risma, banyak hal yang bisa diambil untuk dijadikan pelajaran. Yakni diperlukan perencanaan ke depan untuk mengantisipasi hal yang tidak bisa diprediksi.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif