Sejumlah pengendara melintas di tanda pemberhentian sementara lampu merah simpang Jalan Ahmad Yani, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019). Foto: Antara/Risky Andrianto
Sejumlah pengendara melintas di tanda pemberhentian sementara lampu merah simpang Jalan Ahmad Yani, di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/7/2019). Foto: Antara/Risky Andrianto

Kota Bekasi Layak Gabung DKI

Nasional pemekaran daerah
Roni Kurniawan • 22 Agustus 2019 13:05
Bandung: Pakar Politik dan Pemerintahan dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf menilai Kota Bekasi layak bergabung dengan DKI Jakarta. Bergabungnya Bekasi ke DKI dinilai akan memberi dampak positif terutama untuk menyejahterakan warga Kota Bekasi.
 
"Secara hukum negara wajib memajukan kesejahteraan umum. Sepanjang rencana itu untuk menyejahterakan rakyatnya bukan menyusahkan, sah saja secara hukum," ujar Asep, Kamis, 22 Agustus 2019.
 
Asep menuturkan upaya DKI Jakarta untuk memperluas wilayah merupakan keinginan yang sudah lama terutama mengambil sebagian daerah dari Jawa Barat. Namun, upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil sehingga DKI Jakarta mereklamasi pantai di kawasan utara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Isu perluasan DKI itu sudah lama tapi enggak dikasih oleh Jabar sampai perluasan DKI itu mereklamasi pantai utara karena Jabar tidak dengan mudah melepas wilayah pinggiran Jakarta," bebernya.
 
Ia mengatakan berbagai dampak akan terjadi terhadap warga di Bekasi jika bergabung dengan DKI Jakarta yang relatif lebih dekat secara geografis. Terlebih Bekasi merupakan salah satu daerah penyumbang terbesar pendapatan pajak kendaraan di Jabar.
 
"Bisa jadi ada kemajuan. Dalam kalkulasi PAD Bekasi tinggi ditambah PAD DKI. Saya tidak ahli menghitung ekonomi, tapi mungkin pembangunan akan cepat," ungkapnya.
 
Bahkan ia memprediksi jika daerah lain seperti Depok (Jabar) dan Tangerang (Banten) bisa masuk ke wilayah DKI Jakarta. Namun hal itu tentu harus dengan tujuan yang selaras guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
"Mungkin nanti juga ada Depok atau misalnya Banten yang melepaskan Tangerang menjadi DKI Raya. Tapi secara aspek lain perlu dicermati, kultural, geopolitik, jangan hanya uang. Saya khawatir itu hanya materi," pungkas Asep.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif