Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan (kanan) meninjau personel pengamanan unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan (kanan) meninjau personel pengamanan unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/9/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Polisi Pastikan Ada Tersangka Lain Kasus SDN Gentong

Nasional sekolah ambruk
Amaluddin • 09 November 2019 18:40
Surabaya: Kasus ambruknya atap SDN Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur, tidak berhenti pada dua tersangka, yakni S dan D selaku kontraktor. Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menyebut akan ada tersangka lain dalam kasus tersebut.
 
"Saat ini satu orang masih diperiksa intensif, untuk dugaan tindak pidana korupsi. Bisa saja nanti jadi tersangka," kata Luki di SDN Gentong, Kota Pasuruan, Sabtu, 9 November 2019.
 
Luki merahasiakan identitas yang kini menjalani pemeriksaan intentif. Ia hanya menyampaikan bahwa hasil penyelidikan diketahui, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengetahui buruknya kualitas bangunan saat renovasi gedung tahun 2012.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Atap galvalum hasil renovasi itu gagal konstruksi dan dikerjakan ngawur, tinggal menunggu robohnya saja, dan PKK sudah tahu bahwa atap tak akan bertahan lama dan akan runtuh. Tapi karena suatu hal, tetap diterima, dan itu yang terus kita dalami," jelas Luki.
 
Luki memastikan akan memeriksa semua pihak terkait, mulai dari pejabat Pemkot Pasuruan, pihak kontraktor, guru, dan warga setempat. Mereka diperiksa karena terlibat mengetahui, mendengar, dan melihat langsung insiden tersebut. "Pokoknha semua pihak yang terlibat akan diperiksa terkait ini," ujarnya.
 
Tim Laboratorium Forensik Polda Jatim telah gelar perkara kasus tersebut. Ada dua hal penting yang kini terus didalami, yakni terkait tindak pidana korupsi, dan material bangunan tidak sesuai spesifikasi alias tidak sesuai kontruksi bangunan.
 
Polda Jatim sendiri telah menetapkan dua kontraktor sebagai tersangka berinisial D dan S. Kedua tersangka ini diduga lalai dalam melaksanakan proyek, dan menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, dan luka-luka.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif