Sejumlah anggota disabilitas rungu saat belajar mengelola situs jelujur.id untuk pemasaran produk. Foto: Humas UAJY
Sejumlah anggota disabilitas rungu saat belajar mengelola situs jelujur.id untuk pemasaran produk. Foto: Humas UAJY

Komunitas Lulusan Sekolah Luar Biasa Berkreasi dengan Kerajinan

Nasional kerajinan tunarungu
Ahmad Mustaqim • 07 Oktober 2019 15:01
Yogyakarta: Kelompok difabel dari komunitas Alumni Dena Upakara dan Don Bosco (ADECO) berupaya mandiri dengan memproduksi hasil kerajinan. Dari kerajinan itu mereka berharap bisa membantu perekonomian.
 
Anggota komunitas yang berasal dari lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) Dena Upakara dan Don Bosco, Wonosobo ini memproduksi berbagai kerajinan di Yogyakarta. Para disabilitas rungu ini memanfaatkan kain perca hingga rajut menjadi berbagai hasil kerajinan.
 
"Hasil kerajinannya mulai dari dompet, tempat gawai, tempat tisu, hingga pakaian anak," kata salah satu anggota komunitas, Dita Rukmini di Yogyakarta, Senin, 7 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dita menjelaskan berbagai hasil kreasi kelompok disabilitas itu masih kurang maksimal dalam penjualannya. Dita mengatakan penjualan sejauh ini hanya dilakukan lewat pengepul serta menunggu pihak pemesan.
 
Menurut Dita dua jalur pemasaran itu cukup merugikan. "Harganya tidak sebanding dengan kreativitas, waktu, dan tenaga yang dicurahkan untuk berkarya," ungkap Dita.
 
Dita mengaku cukup sering mengikuti pelatihan untuk pemasaran produk. Namun ia merasa masih kesulitan lantaran tak mampu menangkap materi dengan sempurna. 
 
Di sisi lain pelatihan yang diikuti memang lebih ditujukan untuk kalangan umum. "Jadi tidak ada penerjemah (dengan) bahasa isyarat," sambung Dita.
 
Dita kembali mengatakan jika pihaknya lantas membuat situs jelujur.id sebagai medium memasarkan hasil kreativitas kelompok disabilitas. Ia mengatakan pembuatan situs itu dibantu pihak Universitas Atma Jaya Yogyakarta. 
 
Kata Dita situs tersebut bisa menjadi media branding dan pemasaran produk. Pihaknya juga mendapat tambahan pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha. 
 
"Kami bisa praktek langsung, dan belajar dengan ada pendamping. Kami juga bisa tahu bagaimana cara mengambil sudut foto untuk pemasaran di media sosial," ucap Dita.
 
Perwakilan dari UAJY, Alexander Beny Pramudyanto mengatakan pihaknya melakukan pendampingan lewat program Kemitraan Masyarakat yang terdiri dari tim dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Teknologi Industri UAJY.
 
Ketua tim Program Kemitraan Masyarakat ini menilai  kelompok disabilitas tersebut memiliki potensi besar untuk menjadikan produknya bernilai ekonomi lebih. 
 
"Melalui pelatihan pengembangan produk, pembuatan brand, dan pemasaran digital harapannya rekan-rekan ADECO dapat semakin percaya diri dan mendapat pengakuan, bahwa mereka memiliki karya yang bagus serta mampu bersaing dengan produk-produk kerajinan tangan sejenis," ungkap Beny.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif