Deputi VII Bidang Koordinasi  Komunikasi, Infromasi dan Aparatur, Marsda TNI Rus Nurhadi Sutedjo. (medcom.id/Roni K)
Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi, Infromasi dan Aparatur, Marsda TNI Rus Nurhadi Sutedjo. (medcom.id/Roni K)

Pemerintah Kaji Komunikasi Anti Penyadapan antar Lembaga

Nasional penyadapan
Roni Kurniawan • 26 Agustus 2019 20:32
Bandung: Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhumkam) berpeluang menggunakan Jaringan Aman Mandiri (JAM) untuk menghidari penyadapan dan menjaga kerahasiaan negara. Pasalnya pemerintah tidak memiliki jaringan khusus untuk berkomunikasi antar lembaga.
 
"(Kita) masih menggunakan jaringan publik (untuk komunikasi). Mungkin di pemerintahan baru nanti, khususnya JAM ini dimasukkan dalam prioritas," ujar Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi, Infromasi dan Aparatur, Marsda TNI Rus Nurhadi Sutedjo usai membuka seminar Wahana Dirgantara Super sebagai Teknologi Pendukung Jaringan Aman Mandiri Dalam Mewujudkan Kedaulatan Informasi di Bandung, Jawa Barat, Senin, 26 Agustus 2019.
 
Ia mengatakan komunikasi pemerintah kerap terganggu ketika menggunakan jaringan publik. Terutama saat pembatasan layanan internet dan media sosial diaktifkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Contohnya sekarang jaringan dimatikan, kita ikut shutdown juga pemerintah," ujarnya.
 
Dia melanjutkan ketika JAM berjalan maka antar lembaga pemerintah bisa tetap berkomunikasi. Khususnya ketika terjadi bencana, komunikasi tetap berjalan.
 
"Mungkin sipil shudtown tapi pemerintah tetap bisa," imbuh dia.
 
Nurhadi berharap JAM menjadi salah satu solusi jaringan komunikasi yang aman bagi pemerintah. Namun ia belum bisa memastikan sistem tersebut digunakan pemerintah.
 
"Sebagai salah satu solusi, kita tidak berbicara hanya PT Hariff, tapi industri dalam negeri itu bisa. Target pertama JAM bisa diterima oleh pemerintah yang baru agar bisa diterapkan di lima tahun kedepan," pungkasnya.
 
JAM merupakan salah satu tekonomi komunikasi yang dikembangkan oleh PT Hariff Daya Tunggal Engineering (HTDE). Teknologi tersebut mempunyai jaringan frekuensi serta server sendiri sehingga dipastikan aman dari penyadapan.
 
JAM merupakan buah hasil karya anak bangsa. Sebab, teknologi itu dibuat dan dikembangkan para ahli lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif