Ribuan mahasiswa memadati lokasi penyelenggaraan FesKaBI di Gedung Serba Guna Unila, Selasa, 29 Oktober 2019 (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Ribuan mahasiswa memadati lokasi penyelenggaraan FesKaBI di Gedung Serba Guna Unila, Selasa, 29 Oktober 2019 (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

FesKaBI di Lampung Dihadiri Ribuan Mahasiswa

Nasional bank indonesia FesKaBI
Gervin Nathaniel Purba • 30 Oktober 2019 18:58
Bandar Lampung: Rangkaian Festival Edukasi Bank Indonesia (FesKaBI) masih berlanjut. Universitas Lampung (Unila) menjadi kampus kedua yang dikunjungi setelah Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo.
 
Sambutan mahasiswa di Unila, luar biasa. Ribuan orang memadati lokasi penyelenggaraan FesKaBI di Gedung Serba Guna Unila, Selasa, 29 Oktober 2019. Mereka antusias mengikuti rangkaian acara FesKaBI.
 
“Jumlah peserta hari ini mencapai 2.044 orang. Mahasiswa yang datang juga banyak dari luar Unila,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melihat antusiasme mahasiswa tersebut, tak salah jika Lampung dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan FesKaBI. Para mahasiswa dapat menjadi pelopor usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Lampung.
 
Kehadiran FesKaBI diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai ekonomi digital. Event ini sekaligus menjadi sarana BI menyosialisasikan sistem pembayaran cepat, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
 
QRIS adalah standar QR Code Pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk digunakan dalam memfasilitasi pembayaran di Indonesia.
 
FesKaBI di Lampung Dihadiri Ribuan Mahasiswa
FesKaBI menjadi sarana BI menyosialisasikan sistem pembayaran cepat, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 

Ada beberapa alasan mengapa BI menyosialisasikan QRIS kepada mahasiswa. Mahasiswa sebagai generasi milenial memiliki karakter selalu haus akan ilmu pengetahuan, transparan, lugas, berani, banyak energi, dan mengikut perkembangan teknologi.
 
“Oleh karena itu, semua aktivitas ekonomi ini kami arahkan kepada milenial,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi, ditemui di Gedung Serba Guna Unila, Lampung.
 
Dengan mengarahkan semua aktivitas ekonomi kepada transaksi digital, BI berharap para milenial dapat berinovasi membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru dengan membangun perusahaan atau jenis usaha baru lainnya.
 
FesKaBI di Lampung Dihadiri Ribuan Mahasiswa
Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 

“Kita semua tahu bahwa fintech mulai potensial dilakukan. Kita juga tahu bagaimana milenial menciptakan 992 fintech baru, dan satu fintech baru akan menciptakan tenaga kerja sekitar 50 orang. Berarti ini sama dengan membuka lapangan kerja,” ujar Rosmaya.
 
QRIS, kata Rosmaya, sangat cocok untuk milenial. Sejauh ini, BI sudah melakukan uji coba ke berbagai kampus dan pasar tradisional, sehingga diharapkan pada 1 Januari 2020, semua pembayaran berbasis QR Code dilakukan melalui satu medium, yakni QRIS.
 
“QRIS sangat menguntungkan karena dengan satu aplikasi bisa diakses di mana-mana. Dalam satu genggaman, sudah bisa bertransaksi,” katanya.
 
Rosmaya menilai FesKaBI sangat bermanfaat dan strategis dalam mengedukasi masyarakat mengenai berbagai kebijakan BI. Setiap tahunnya BI memilih tema strategis dan bermanfaat, baik untuk milenial maupun masyarakat umum.
 
Upaya BI dalam mengedukasi mahasiswa mengenai ekonomi digital dan menyosialisasikan QRIS mendapat dukungan dari Media Group. Pemimpin Redaksi Metro TV Arief Suditomo turut bangga atas keterlibatan Media Group dalam literasi transaksi digital kepada mahasiswa bersama BI.
 
FesKaBI di Lampung Dihadiri Ribuan Mahasiswa
Pemimpin Redaksi Metro TV Arief Suditomo(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 

FesKaBI harus terus dilanjutkan. Tidak boleh berhenti sampai di sini. (Upaya edukasi) harus dengan cara event seperti ini. Bisa juga dilakukan melalui media massa, media sosial, dan event-event yang memberikan pengalaman langsung,” kata Arief.
 
FesKaBI di Unila turut dimeriahkan kehadiran Founder Sarwendah Juice Sarwendah, CEO and Founder Melte Vanana Karvien Vanana, Penulis dan Content Creator Alit Susanto, dan Vlogger dan Content Creator Yudhistira Udd Sondakh. Mereka membagikan ilmu dan pengalaman kepada peserta.
 
Dijadwalkan setelah Lampung, FesKaBI akan dilaksanakan di Manado (Universitas Negeri Manado), 4 November 2019.
 
Masih dalam rangkaian acara FesKaBI, diselenggarakan kompetisi video dan blog berhadiah total Rp200 juta. Tema yang diangkat yakni Transaksi Lancar Pakai QR Standar, Usaha Lancar Pakai QR Standar, dan QR Pembayaran Digital ala Milenial.
 
Anda dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi video dan blog, di sini.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif