ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

540 Ribu Anak di Jateng Derita Stunting

Mustholih • 19 Mei 2022 17:09
Semarang: Sekitar 540 ribu anak atau 20,9 persen anak di Jawa Tengah menderita stunting. Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah, Widwiono, menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen akhir 2023.
 
"Target per tahun 3,5 persen. Pada 2022 angka stunting 20,9 persen. Kalau kita target turun 3 persen per tahun, berarti akhir 2022 itu 17,4 persen. Dan di akhir 2023 itu 14 persen," kata Widwiono, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 19 Mei 2022.
 
Menurut Widwiono, target penurunan angka stunting Jateng maju setahun dari target Pemerintah Pusat, yani tahun 2024. Pemerintah Pusat menargetkan stunting turun menjadi 14 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi jateng 14 persen 2023 maju setahun," ujar Widwiono.
 
Untuk mencapai target ini, kata Widwiono, Jawa Tengah akan berkoordinasi dengan tim percepatan penurunan stunting (TPPS). Kejaksaan, Kepolisian, dan TNI, pun akan turut dilibatkan dalam mengatasi masalah stunting.
 
Baca: Ganjar Bentuk Tim Tekan Angka Stunting di Jateng
 
"Di lapangan nanti kita intervensi. Misal dari Dinkes memberikan makanan tambahan, obat penambah darah. Bisa juga dari DPU terkait dengan jambanisasi, akses air bersih," terang Widwiono.
 
Ia akan mendata jumah ibu hamil, calon pengantin, dan anak usia dua tahun. Saat ini sekitar 551 wanita sedang hamil di Jateng.
 
"Secara teori dari jumlah ibu hamil, 20 persen mengalami masalah kesehatan. Sementara calon pengantin putri 70 persen itu anemis itu yang menyebabkan stunting. Kemudian, bayi kurang dari dua tahun diukur apakah perkembangannya sesuai," jelas Widwiono.
 
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta penanganan stunting dilakukan menyeluruh dan melibatkan akademisi dan masyarakat.
 
"Kita juga edukasi ke masyarakat. Kenapa itu tadi multisektor. Karena ada banyak yang bisa kita libatkan, kemudian ada intervensi gizi, kesejahteraan dan akses ke kesehatan," ucap Ganjar.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif