Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Kejati Sumut Kembalikan Berkas Perkara Vaksin Kosong ke Polisi

Media Indonesia • 09 Maret 2022 20:15
Medan: Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara mengembalikan berkas perkara vaksin kosong ke Polda Sumut sebelum kejaksaan menyeret pelaku ke meja hijau. Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut Yos A Tarigan mengungkapkan, pihaknya belum dapat melakukan proses hukum selanjutnya terhadap perkara vaksin kosong.
 
"Tim Jaksa Peneliti mengembalikan berkas perkara ke Polda Sumut," ujar Yos, Rabu, 9 Maret 2022.
 
Dia menjelaskan, pengembalian berkas tersebut dilakukan setelah tim Jaksa Peneliti melakukan penelitian terhadap berkas perkara. Dari hasil penelitian tersebut mereka menemukan adanya kekurangan syarat formal dan materiel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu dilakukan pengembalian berkas perkara tahap pertama (P19) disertai petunjuk-petunjuk syarat materiel dan formal yang perlu dilengkapi penyidik Polda Sumut.
 
"Pengembalian berkas dilakukan pada Senin 7 Maret 2022," imbuh Yos.
 
Baca: Bupati Bantul Ingin Ekonomi Tetap Jalan Meski PPKM Level 4
 
Pada Rabu, 23 Februari Polda Sumut menyatakan telah menyerahkan berkas perkara vaksin kosong ke pihak kejaksaan. Bagi Polda Sumut ketika itu berkas perkara sudah lengkap. Dalam penyidikan, petugas mendapat indikasi kuat bahwa korban penyuntikan adalah dua orang murid SD Wahidin Sudirohusodo, Medan.
 
Indikasi itu utamanya berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kandungan darah kedua murid tersebut. Pemeriksaan itu tidak menemukan adanya kandungan vaksin covid-19.
 
"Sampel darahnya non reaktif," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi.
 
Dalam pengusutan kasus ini polisi telah meminta keterangan dari 20 orang, mulai dari korban, tersangka, saksi hingga ahli. Polsi menjerat tersangka dengan Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.
 
Kasus ini bermula dari viralnya video seorang tenaga kesehatan (nakes) diduga menyuntikkan vaksin kosong (menusukkan jarum tetapi tidak ada cairan vaksin yang disuntikkan) kepada seorang anak SD. Peristiwa itu terjadi saat pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SD Wahidin Medan Labuhan pada Senin, 17 Januari 2022.
 
Dari pendalaman polisi, video tersebut direkam orangtua korban, K, saat anaknya O, 11, sedang menjalani vaksinasi. Adapun nakes yang diduga melakukannya adalah dr. Tengku Gita yang kemudian ditepkan sebagai tersangka.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif