Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghadiri peringatan Tri Suci Waisak 2566 BE/2022 M di Candi Borobudur Magelang, Senin malam, 16 Mei 2022. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghadiri peringatan Tri Suci Waisak 2566 BE/2022 M di Candi Borobudur Magelang, Senin malam, 16 Mei 2022. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim

Ganjar Pranowo Ajak Amalkan Ajaran Buddha yang Tanpa Batas

Ahmad Mustaqim • 17 Mei 2022 08:09
Magelang: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan cinta kasih dan kepedulian sosial menjadi perekat keutuhan bangsa. Ia menyebut perayaan peringatan Tri Suci Waisak 2566 BE/2022 M setelah dua tahun nihil akibat pandemi menjadi momentum besar.
 
Menurut Ganjar ajaran Buddha yang patut dijalankan yakni kepedulian terhadap sesama. Dari nilai itu, ia menyebut Candi Borobudur layak jadi pusat peribadatan umat Buddha di seluruh dunia.
 
"(Candi) Borobudur bukan janya destinasi wisata, tapi pusat energi untuk menarik umat Buddha di seluruh dunia," kata Ganjar dalam perayaan peringatan Tri Suci Waisak 2566 BE/2022 di Candi Borobudur Magelang, Senin, 16 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Menag Ajak Umat Buddha Turut Perkuat Persaudaraan
 
Ganjar mengatakan Candi Borobudur harus dibuka seluas luasnya untuk ibadah umat Buddha di seluruh dunia. Ia mengatakan pemerintah terus berupaya mendukung langkah tersebut.
 
"Konsep pembangunan kawasan candi saat ini akan dioptimalkan. Misalnya, museum, pasar seni, dan virtual reality. Di luar, pendukung wisata juga digarap," jelasnya.
 
Dengan begitu Candi Borobudur jadi tempat destinasi super prioritas. Lokasi wisata dan peribadatan umat Buddha itu juga jadi pertemuan berbagai masyarakat dengan latar belakang.
 
"Kemajemukan lahir dari para pejuangan dan berbagai elemen lapisan bangsa. Warisan itu adalah Bhinneka Tunggal Ika," ungkapnya.
 
Ganjar mengatakan NKRI harus kita pertahankan terus menerua. Bukan hanya sewundu, namun selama-lamanya.
 
Selain itu upaya mempertahankan itu juga ditambah dengan masifnya perkembangan teknologi. Namun, ia menganggap teknologi tetap bukan menjadi halangan.
 
"Semaju-majunya teknologi dia hanya seonggok barang. Dia tidak berpikir dan berdharma. Tetaplah mengamalkan ajaran luhur sang Buddha yang tiada batasnya," ujarnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif