Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. (Foto; ANTARA/Evarukdijati)
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. (Foto; ANTARA/Evarukdijati)

Bripka MJH Diduga Pasok Senjata ke KKB

Nasional senjata api kelompok bersenjata di papua
Antara • 02 November 2020 20:19
Jayapura: Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyebutkan tiga tersangka kasus penjualan senjata api di Nabire, Papua, diduga telah melakukan aksinya sejak 2017.
 
Kasus jual beli senjata api berbagai jenis itu dilakukan oleh anggota Brimob Kelapa Dua, Bripka MJH, 35; DC, 39, yang merupakan aparatur sipil negara dan anggota Perbakin Nabire; serta FHS, 39, mantan anggota TNI-AD.
 
"Saat ini ketiganya sudah ditahan di Mapolda Papua di Jayapura beserta tiga pucuk senjata api yang diamankan yakni jenis M16, M4, dan glock," kata Waterpauw, Senin, 2 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Waterpauw mengaku masih terus melakukan penyelidikan agar kasus tersebut makin terungkap. Senjata api yang dijual berkisar Rp300 juta hingga Rp350 juta itu diduga dipasok untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan terlibat dalam penembakan warga sipil serta aparat keamanan.
 
"Kami akan terus berupaya untuk membongkar jaringan jual beli senjata api dan berharap masyarakat membantu dengan memberikan informasi," harap dia.
 
Baca juga: Polda Papua Tetapkan 3 Tersangka Kasus Jual Beli Senjata
 
Diakuinya, dari pemeriksaan terhadap ketiga tersangka tercatat tujuh kali aksi jual beli senjata api. Bripka MJH mendapat upah membawa senpi dari Jakarta ke Nabire bervariasi dari Rp10 juta hingga Rp30 juta.
 
"Besarnya upah tergantung jenis senjata yang dibawa dan termahal adalah senpi jenis M16," ujar Waterpauw.
 
 seraya mengaku kesulitan mengungkap kasus tersebut setelah anggota menyelidiki lebih mendalam mengingat senpi yang dibawa dari Jakarta itu memiliki dokumen sehingga maskapai mau membawanya.
 
Ia menambahkan senjata api itu dibawa melalui rute Jakarta-Makassar-Timika-Nabire. Setibanya di Nabire langsung diserahkan ke DC yang selanjutnya menyerahkannya ke pemesan.
 
"Senjata yang dibawa dari Jakarta itu memiliki dokumen sehingga maskapai mau mengantarnya," jelas dia.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif