Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi melantik pengurus Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) dengan Siti Nur Azizah sebagai ketua umum.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi melantik pengurus Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) dengan Siti Nur Azizah sebagai ketua umum.

AHY Lantik Putri Ma'ruf Amin Sebagai Ketua UMUM PDRI

Hendrik Simorangkir • 24 Januari 2023 22:06
Tangerang: Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi melantik pengurus Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) yang dinahkodai Siti Nur Azizah. Sebagai simbol kebangkitan politik perempuan Indonesia, aplikasi PDRI Digital pun diluncurkan.
 
"Platform digital ini masih terus dikembangkan, terus diujicobakan sebagai pembelajaran, sehingga diharapkan akan mampu menangkap semangat zaman. Dalam platform tersebut menu yang paling penting adalah pemenangan politik, baik legislatif maupun eksekutif. Dengan cara ini, suara dan kinerja perempuan demokrat tidak bisa disepelekan dalam mendukung kemenangan partai di 2024," ujar Ketua Umum PDRI, Siti Nur Azizah, Selasa, 24 Januari 2023.
 
Menurut Putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin itu, PDRI saat ini hidup di era digital, maka konsep berdaya juga harus dimanifestasikan secara digital. Aplikasi PDRI Digital memudahkan para calon legislatif perempuan Partai Demokrat memprediksi seberapa besar suara yang akan didapat dalam pemilu, dari mana saja mendapatkan suara, mengetahui kelemahan jaringan, juga meningkatkan efektifitas kerja tim relawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PDRI Digital membantu kita mengetahui berapa perolehan suara kita sesungguhnya di hari H pemilu, bahkan bagaimana dokumen pemilu kita tetap aman sebagai bukti gugatan bila kita dicurangi, dan bagaimana tabulasi suara kita dibandingkan calon lain yang potensial di dapil kita," jelasnya.
 
Baca: Prabowo Dukung Penuh Gibran Maju Sebagai Calon Gubernur

Sehingga dengan cara demikian, Azizah menambahkan, para caleg perempuan Partai Demokrat, tidak akan lagi bekerja secara politik dalam kegelapan malam hari tanpa bintang. 
 
"PDRI membawa bintang kecil di langit yang biru sebagai penunjuk arah, sehingga para pejalan politik tidak tersesat di laut lepas yang begitu ganas," ucap dia.
 
Azizah menegaskan, dirinya ingin memperjuangkan harkat dan derajat kaum perempuan melalui jalur politik. Sehingga, lanjutnya, melalui PDRI bertekad mendorong partisipasi aktif kaum perempuan di kancah politik sebagai ikhtiar untuk menatap masa depan yang lebih cerah.
 
"PDRI mengusung konsep politik pemberdayaan, sebagai antitesa dari politik pelemahan. Sebab politik pemberdayaan lebih dekat dengan Demokrat, sedangkan politik pelemahan lebih dekat dengan kaum oligarki," katanya.
 
Azizah menuturkan, konsep berdaya dapat diterjemahkan sebagai sebuah modal bagi kemajuan perempuan Indonesia.
 
"Apa itu berdaya? Berdaya adalah konsep tentang berani, berbeda, lalu berjaya. Kalau perempuan Demokrat berani, dan mampu tampil berbeda, dijamin dia akan berjaya dalam memberikan kontribusi bagi masa depan diri, partai, dan negaranya," ungkapnya.
 
Azizah menjelaskan, dirinya mengusung berbagai program untuk lebih memberdayakan perempuan Indonesia dan memenangkan Partai Demokrat pada Pemilu 2024. 
 
"Sebagaimana kasih ibu kepada beta, yang tak terhingga sepanjang masa, di bawah kepemimpinan yang akan saya jalani, PDRI bertekad mewujudkan gagasan Perempuan Berdaya di Era Digital," jelasnya.
 
Selain itu, Azizah menambahkan, pihaknya akan mewujudkan jargon S14P tersebut melalui aplikasi PDRI Digital yang diterjemahkan menjadi kosa kata pemenangan yakni S sebagai Simpul, 14 adalah jumlah relawan minimal dalam setiap unit RW, dan P adalah perempuan.
 
"Sehingga kalau PDRI menyatakan S14P, itu artinya PDRI memiliki jaringan 14 orang relawan di setiap unit RW," ucap dia.
 
Azizah berharap PDRI bisa turut serta secara signifikan dalam mendukung terpenuhinya kuota 30 persen perempuan. Bukan saja sebagai calon anggota legislatif, lanjutnya, namun juga sebagai anggota legislatif penghuni parlemen.
 
"Sebab hanya dengan cara itu kita bisa membela hak kaum perempuan di Indonesia yang tertindas, dan memajukan partisipasi perempuan di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional," katanya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif