Kejari Sidoarjo merilis kasus kredit macet Rp200 miliar. (Dok: Humas Kejari Sidoarjo)
Kejari Sidoarjo merilis kasus kredit macet Rp200 miliar. (Dok: Humas Kejari Sidoarjo)

Kejari Sidoarjo Ungkap Kasus Kredit Macet Rp200 Miliar pada BTN

Amaluddin • 03 Agustus 2022 22:24
Surabaya: Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo menaikan kasus kredit macet senilai Rp200 miliar menjadi penyidikan. Kredit macet investasi refinancing ini diajukan oleh Trisulowati alias Chin-Chin, Dirwktur Utama (Dirut) PT Blauran Cahaya Mulia (BCM) terhadap PT Bank Tabungan Negara (BTN).
 
Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Sidoarjo, Aditya Rakatama, mengatakan dugaan penyalahgunaan keuangan negara ini terjadi pada 2014. PT BCM mendapat fasilitas kredit investasi refinancing untuk pembangunan proyek Royal Palace Empire.
 
"Kredit investasi refinancing itu macet, tidak dimanfaatkan sebaik mungkin oleh PT BCM. Pembayaran angsuran PT BCM akhirnya berhenti di tengah jalan," kata Raka, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Raka mengatakan kasus ini terungkap ketika PT BCM mengalami kesulitan membayar angsuran kredit Rp200 miliar ke Bank BTN Cabang Sidoarjo. Akhirnya PT BCM mengajukan restrukturisasi kredit untuk meringankan tanggungannya, tetapi proses restrukturisasi dilakukan tanpa prinsip kehati-hatian. 
 
Mengetahui hal itu, kemudian Kejari Sidoarjo membentuk tim khusus untuk menyelidiki dugaan kredit macet PT BCM, karena telah merugikan negara Rp200 miliar. Hasilnya, tim kejaksaan menduga pemberian kredit kepada perusahaan yang dipimpin oleh Chin-chin pada saat itu, tidak sesuai ketentuan atau peruntukan.
 
"Pengajuan kredit Rp200 miliar yang seharusnya untuk pembangunan proyek Royal Palace Empire. Tapi temuan di lapangan proyek tersebut sudah dibangun pada 2012," ujar dia.
 
Baca: Praperadilan Bank Mandiri Dinilai Menjadi Alarm Perbankan Nasional
 
Setelah ada beberapa bukti dugaan kredit yang merugikan negara, kata Raka, Kejari Sidoarjo akhirnya meningkatkan perkara dari penyelidikan ke penyidikan. Saat ini, kasus masih didalami dan proses penyidikan.
 
"Statusnya kami tingkatkan menjadi penyidikan. Kami saat ini masih mendalami uang Rp200 miliar itu digunakan untuk apa saja," ujarnya. 
 
Selain kredit macet Rp200 miliar, Chin-Chin juga dilaporkan ke Polda Jatim karena dituduh menipu dan menggelapkan uang titipan korban untuk transaksi valas. Sedikitnya ada empat orang korban yang mengaku uangnya digelapkan Chin-Chin total sebesar Rp25 miliar. 
 
Adapun empat korban itu adalah M Thoriq, warga Pasuruan, Meliwati, Henry Arianto, Yenny Theresa, dan Dwi Hardono. Mereka melaporkan CC ke Polda Jatim dengan nomor polisi LP/B/254.01/IV/2022/SPKT/Polda Jatim, tanggal 27 April 2022.
 
Sementara itu, Trisulowati alias Chin-Chin hingga saat ini belum bisa dikomfirmasi terkait perihal tersebut. Dari tiga nomor seluler yang ada semuanya tidak aktif, baik melalui telepon seluler maupun melalui pesan Whatsapp.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif