Ayah dua korban meninggal tragedi Kanjuruhan Devi Athok Yulfitri (bertopi) saat mendatangi Mapolres Malang (Foto / Metro TV)
Ayah dua korban meninggal tragedi Kanjuruhan Devi Athok Yulfitri (bertopi) saat mendatangi Mapolres Malang (Foto / Metro TV)

Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Laporkan PSSI dan PT LIB

Clicks.id • 10 November 2022 09:47
Malang: Ayah dua korban meninggal tragedi Kanjuruhan Devi Athok Yulfitri melaporkan empat institusi dan dua polisi atas dugaan pembunuhan berencana. Laporan dilayangkan ke SPKT Mapolresta Malang dengan didampingi kuasa hukumnya.
 
Keenam lembaga dan perorangan yang dkperiksa yakni PSSI, PT LIB, PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia, PT Indosiar Visual Mandiri, serta oknum penembak gas air mata. Selain itu mantan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat serta manran Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.
 
Kuasa hukum Devi Athok Imam Hidayat mengatakan, laporan yang dilayangkan ke Polres Malang tersebut terkait tewasnya dua putri Devi Athok dalam peristiwa tragedi Kanjuruhan berinisial NDR, 16, dan NDA, 4, yang meninggal dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melaporkan dugaan adanya tindak pidana pembunuhan dan pembunuhan berencana. Kemudian, juga ada Pasal 55 dan Pasal 56. Artinya ini dugaan, kita melaporkan ke Polres Malang," kata Imam, Rabu, 9 November 2022.
 
Baca: 40 Hari Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Gelar Tahlilan dan Doa Bersama

Dalam laporan yang diajukan pihaknya telah melampirkan bukti-bukti berupa surat kematian dan foto-foto dua korban dari putri Devi Athok, warga Bululawang ini. Bahkan tim kuasa hukum juga telah menyiapkan empat orang saksi terkait pelaporan tersebut.
 
"Kami juga sudah menyiapkan empat orang saksi. Tapi belum bisa kami sampaikan siapa saja empat orang itu, karena mereka juga perlu kami lindungi," ujarnya.
 
Adapun pihak terlapor dikatakan Imam yakni federasi persepakbolaan Indonesia PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1, PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI) selaku perusahaan Arema FC, serta oknum aparat penembak gas air mata ke tribun 13.
 
Tak hanya itu, pihak broadcaster dalam hal ini Indosiar, dua pimpinan polisi yakni mantan Kapolres Malang dan mantan Kapolda Malang juga diajukan dalam laporan tersebut. "Mereka yang diduga melakukan tindak pidana Pasal 338 dan Pasal 340, Juncto Pasal 55 dan Pasal 56," jelasnya.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
 
(WHS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif