Ilustrasi/Antara.
Ilustrasi/Antara.

Mengaku Anggota Militer dan Kerap Berjudi Online, Dua WNA Dideportasi

Media Indonesia.com • 29 September 2021 15:49
Denpasar: Dua warga negara asing (WNA) dideportasi dari Bali pada Rabu sore, 28 September 2021. Kedua WNA tersebut yakni Ernest Okechukwu Okanya asal Nigeria dan Souleymane Konate asal Pantai Gading.
 
"Kedua WNA ini dideportasi oleh Rumah Detensi Imigrasi Denpasar karena berbagai persoalan hukum yang dilanggar dan dianggap berbahaya bagi NKRI," ujar Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali Jamaruli Manihuruk.
 
Menurut dia, Ernest, pria kelahiran Enugu, Nigeria pada 30 Oktober 1991 itu dideportasi karena sudah melanggar izin tinggal sejak 15 Januari 2020. Sementara Konate, pria kelahiran Dabakala,
Pantai Gading 31 Juli 1984 tersebut diketahui menyalahi aturan izin tinggal dari visa kunjungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jamaruli mengatakan keduanya ditangkap di Banjar Penestanan Kaja, Desa Sayan, Kecamatan Ubud oleh Petugas dari Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Denpasar.
 
Baca juga: Perubahan Musim, Warga Cianjur Diimbau Waspada Bencana
 
Awalnya diketahui jika keduanya tidak memiliki izin tinggal keimigrasian dan melebihi masa tinggal (overstay) pada 2 September 2021.
 
"Setelah diselidiki ternyata, selain melanggar Administratif Keimigrasian, kedua WNA tersebut juga melakukan penipuan terhadap sesama WNA. Mengaku sebagai anggota militer dan meminta sejumlah uang di luar negeri dan mereka melakukan judi bola secara online. Hal ini terbukti dari barang bukti yang disita berupa laptop, handphone dan beberapa Simcard," ujarnya di Denpasar.
 
Ernest Okechukwu Okanya diketahui datang ke Indonesia pada 17 Desember 2019 dan Souleymane Konate masuk ke Indonesia pada 15 Maret 2020. Kedua WNA tersebut masuk ke Wilayah Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan Sosial Budaya.
 
Setelah dilakukan penangkapan, kedua WNA tersebut diserahkan ke Rudenim Denpasar pada 3
September 2021, menunggu proses pendeportasian ke negara asalnya. Kedua WNA tersebut ditahan selama 22 hari di Rudenim Denpasar.
 
Proses pendeportasian kedua WNA dikawal langsung oleh petugas dari Rudenim Denpasar menuju Bandara International Ngurah Rai Bali. Selanjutnya kedua WNA tersebut diterbangkan dari Bali menuju Jakarta menggunakan Pesawat Batik Air pada pukul 12.30 Wita.
 
Baca juga: Rusuh Kelab Malam di Sleman Berujung Pembunuhan
 
Kedua WNA tersebut dideportasi pada pukul 16.55 WIB melalui Gate 2B Terminal 3 Bandara International Soekarno-Hatta dengan menggunakan maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET0629 dengan rute Jakarta (CGK)-Addis Ababa, Ethiopia (ADB). Kemudian dilanjutkan penerbangan dengan nomor ET0935 rute Addis Ababa (ADB) menuju Adbijan Pantai Gading (ABJ) dan penerbangan dengan nomor ET0901 rute Addis Ababa(ADB) menuju Lagos Nigeria (LOS).
 
"Ernest dan Souleymane melanggar pasal 78 ayat (3) UU RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Mereka juga dimasukan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi," terang dia.
 
Manihuruk berharap kerja sama masyarakat Bali dalam pemantauan WNA di sekitarnya.
 
"Kami menghimbau masyarakat di seluruh wilayah Bali, para pelaku usaha pariwisata, tokoh masyarakat dan komponen masyarakat lainnya, agar proaktif memantau dan melaporkan berbagainjenis praktik atau kegiatan yang dilakukan oleh warga negara asing dan
warga lainnya kepada pihak berwenang atau memuat di media sosial supaya bisa diambil tindakan tegas," jelasnya. (Arnoldus Dhae)

 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif