Internet gratis dari BAKTI Kominfo tersedia di MTS Negeri 3 Sumbawa untuk menunjang kelancaran PJJ (Foto:MI/Susanto)
Internet gratis dari BAKTI Kominfo tersedia di MTS Negeri 3 Sumbawa untuk menunjang kelancaran PJJ (Foto:MI/Susanto)

Tahun Ini, 159 Lokasi di Sumbawa Terjangkau Akses Internet BAKTI

Nasional Berita Kominfo BAKTI
Rosa Anggreati • 12 November 2020 11:07
Sumbawa: Pandemi covid-19 membuka mata tentang pentingnya akses internet untuk menunjang beragam aktivitas. Sektor pendidikan merupakan salah satu yang membutuhkan ketersediaan internet.
 
Seperti diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi memutus rantai penularan covid-19. Seluruh siswa diharuskan mengikuti kegiatan belajar secara daring (online).
 
Pada praktiknya, PJJ tak semudah yang dibayangkan. Sejumlah siswa mengalami kendala jaringan internet dan ketiadaan gawai (gadget). Kondisi ini dialami oleh siswa di pelosok daerah. Misalnya, di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Belum semua wilayah di Sumbawa terjangkau internet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kesulitan yang kami hadapi dalam menjalani PJJ ialah 25 persen siswa tidak bisa mengikuti karena di rumahnya lemah atau bahkan tidak ada sinyal, tidak punya gawai, tidak mampu membeli kuota internet," ucap Kepala Sekolah MTS Negeri 3 Sumbawa Lalu Istiqlal pada program BAKTI untuk Negeri Metro TV.
 
Samawa kapuli bermakna Sumbawa hebat. Jarak bukan halangan bagi masyarakat Sumbawa untuk terus meraih mimpi. Pantang menyerah. Demi menuntut ilmu, para siswa rela menempuh perjalanan jauh untuk mengakses internet gratis dari Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi(BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di MTS Negeri 3 Sumbawa.
 
"Selama PJJ banyak siswa datang ke madrasah untuk mengakses internet gratis. Padahal rumah siswa jauh dari madrasah, bahkan siswa ada yang berjalan kaki 5 kilometer," kata Lalu.
 
Tahun Ini, 159 Lokasi di Sumbawa Terjangkau Akses Internet BAKTI
(Foto:MI/Susanto)
 
Tak hanya kendala internet dan gawai, siswa pun diharuskan beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Banyak di antara siswa yang gagap teknologi (gaptek).
 
"Siswa gaptek ketika dihadapkan dengan metode pembelajaran menggunakan teknologi. Siswa akhirnya belajar dan mampu beradaptasi dengan baik. Sisi positifnya, situasi pandemi menggembleng siswa agar memahami teknologi informasi," ucap Lalu.
 
MTS Negeri 3 Sumbawa merupakan sekolah penerima manfaat pemasangan akses internet di Pulau Sumbawa. Sekolah ini menjadi salah satu titik yang mendapat pelayanan internet selain kantor kelurahan dan puskesmas.
 
Tahun Ini, 159 Lokasi di Sumbawa Terjangkau Akses Internet BAKTI
Staf Ahli Menteri Kominfo Prof Henri Subiakto (Foto:MI/Susanto)
 
"Internet sangat penting terkait pendidikan karena pada masa pandemi diberlakukan sekolah online. BAKTI bertanggung jawab mempersiapkan infrastruktur dalam konteks tranformasi digital. Infrastruktur itu ada yang terkait fiber optic (Palapa Ring) dan BTS (base transceiver station)," kata Staf Ahli Menteri Kominfo Prof Henri Subiakto.
 
Tercatat pada 2020, terdapat 159 lokasi yang mendapat layanan program Akses Internet (Aksi) di bidang pendidikan oleh BAKTI Kominfo di Pulau Sumbawa.
 
Menurut Prof Henri, tanpa ada pandemi pun digitalisasi sebuah keharusan, sesuai tuntutan zaman. "Pandemi semakin membuka mata kita bahwa ketika tidak bisa kumpul banyak orang harus menggunakan teknologi digital," ujarnya.
 
BAKTI memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang menanti. Daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan perbatasan masih banyak yang belum terjangkau internet.
 
"Telekomunikasi dan aksesibilitas menjadi bagian penting untuk membimbing generasi bangsa, meski di wilayah terluar sekali pun," ucapnya.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif