medcom.id, Makassar: Sebanyak empat mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, dikeluarkan secara tidak hormat sehabis unjuk rasa yang berakhir bentrok di Jalan Urip Sumarjo, kemarin (27/11/2014). Empat mahasiswa lainnya dikenakan sanksi skorsing.
Rektor UMI, Profesor Masrurah Mokhtar, Jumat (28/11/2014), mengatakan, tidak menutup kemungkinan sanksi dijatuhkan kepada sejumlah mahasiswa lainnya yang terlibat bentrokan hingga menewaskan satu orang dan merusak fasilitas kampus itu.
Untuk mengantisipasi aksi serupa, aktivitas perkuliahan di UMI diliburkan hingga Senin mendatang. Perkuliahan baru dimulai jika situasi dinyatakan kondusif.
Selain itu, Rektor juga berencana menempuh jalur hukum terkait tindakan polisi yang melakukan penembakan gas air mata ke dalam Kampus UMI.
Rektor pun mengatakan, unjuk rasa mahasiswa merupakan skenario pihak tertentu yang menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Masrurah memastikan salah satu korban tewas di tengah bentrokan bukan mahasiswa UMI, melainkan warga Pampang. Dia bernama Muhammad Ari, 17, yang bekerja sebagai tukang batu. Ari kerap mangkal di depan Kampus UMI.
medcom.id, Makassar: Sebanyak empat mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Sulawesi Selatan, dikeluarkan secara tidak hormat sehabis unjuk rasa yang berakhir bentrok di Jalan Urip Sumarjo, kemarin (27/11/2014). Empat mahasiswa lainnya dikenakan sanksi skorsing.
Rektor UMI, Profesor Masrurah Mokhtar, Jumat (28/11/2014), mengatakan, tidak menutup kemungkinan sanksi dijatuhkan kepada sejumlah mahasiswa lainnya yang terlibat bentrokan hingga menewaskan satu orang dan merusak fasilitas kampus itu.
Untuk mengantisipasi aksi serupa, aktivitas perkuliahan di UMI diliburkan hingga Senin mendatang. Perkuliahan baru dimulai jika situasi dinyatakan kondusif.
Selain itu, Rektor juga berencana menempuh jalur hukum terkait tindakan polisi yang melakukan penembakan gas air mata ke dalam Kampus UMI.
Rektor pun mengatakan, unjuk rasa mahasiswa merupakan skenario pihak tertentu yang menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Masrurah memastikan salah satu korban tewas di tengah bentrokan bukan mahasiswa UMI, melainkan warga Pampang. Dia bernama Muhammad Ari, 17, yang bekerja sebagai tukang batu. Ari kerap mangkal di depan Kampus UMI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)