Abraham Samad saat menggelar diskusi bertema
Abraham Samad saat menggelar diskusi bertema "Arah Bangsa ke depan" dengan para wartawan di Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin, 21 Mei 2018.

Abraham Samad Siap Wakafkan Diri ke Negara

Mulyadi Pontororing • 22 Mei 2018 09:34
Manado: Mantan pimpinan KPK Abraham Samad memantapkan diri menjadi calon presiden. Samad menyebut deklarasi dirinya dalam bursa pencalonan presiden yang dilakukan belum lama ini sebagai bentuk kontribusinya terhadap Indonesia.
 
"Saya hanya ingin mewakafkan diri untuk memberikan kontribusi yang besar terhadap agenda pemberantasan korupsi. Konteksnya (pencalonan) di situ," kata Samad dalam diskusi "arah bangsa ke depan" dengan para wartawan di salah satu restoran di Manado, Senin, 21 Mei 2018.
 
Namun jika ada orang yang beranggapan bahwa dirinya hanya karena ini menjadi presiden, dirinya menerima itu. 

"Kalau orang mempresepsikan Abraham Samad punya keinginan jadi presiden atau wakil presiden, tidak salah juga. Tapi yang jelas, yang ada di benak saya, saya ingin mewakafkan diri saya untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi," ujarnya.
 
Samad mengungkapkan pada intinya niatnya untuk mencalonkan diri sebagai presiden berangkat dari apa yang dilihatnya di negera-negara yang sukses memberantas korupsi.
 
"Di negara-negara itu pimpinan tertinggilah yang langsung men-drive. Tiongkok misalnya, Anda kan pasti takut melakukan korupsi di sana. Karena itu pimpinan tertingginya yang langsung mendrive agenda pemberantasan korupsinya," ujar Samad.
 
Dia menjelaskan, agenda pemberantasan korupsi operatornya adalah penegak hukum. Polisi, KPK dan Kejaksaan itu yang di lapangan. Tapi, lanjut Samad, ada catatan, agenda pemberantasan korupsi akan berjalan lancar kalau di-drive langsung oleh pimpinan tertinggi negara atau presiden.
 
"Itu sebenarnya yang harus dilakukan. Karena kalau pemimpin tertinggi tidak secara langsung mendrive agenda pemberantasan korupsi, agendanya tetap berjalan namun tidak seprogresif yang kita bayangkan," tandasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>