Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ingin kompetensi ASN terus ditingkatkan. Hal itu penting untuk mempercepat pelayanan publik di Jatim.
Hal itu diungkapkan Khofifah saat menerima penghargaan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award 2023.
Khofifah ingin BKN Award menjadi standar capaian kerja bagi ASN di berbagai sektor untuk terus beradaptasi dengan berbagai perubahan kebutuhan kompetensi global.
"ASN harus kita dorong supaya memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan. Mengukur kapasitas manajemen ASN dari masing-masing kabupaten / kota termasuk di Pemprov Jawa Timur. Semoga makin banyak lagi beragam penguatan kompetensi yang terpenuhi," kata Khofifah.
Khofifah mengimbau pengayaan diri ASN dapat menjadikan mereka sebagai SDM produktif, dan selalu dibarengi dengan pikiran terbuka terhadap perubahan.
"Mengacu pada global competitiveness index, kita harus melakukan aksi perubahan serta meningkatkan efektivitas kerja kita," tegasnya.
ASN diharapkan mampu mengatasi ketidakpastian dinamika global melalui pemahaman komprehensif yang baik. Ini juga berhubungan dengan kemampuan pemecahan kompleksitas masalah.
Khofifah mencontohkan, soft skill dan hard skills para ASN akan terasah dengan melakukan berbagai pelatihan. Seperti di BPSDM Jawa Timur yang memiliki Sistem pengembangan Kompetensi secara mandiri (Sibangkodir), hingga pengiriman pelatihan ke Malaysia dan Singapura yang memiliki daya saing SDM global jauh lebih tinggi.
"Masalah yang ada di Jatim seputar SDM ini membutuhkan kemampuan manajerial skill kita semua, perlu sinergi pemprov, pemkab, dan pemkot," imbuhnya.
Seperti diketahui, Jawa Timur menjadi provinsi penerima penghargaan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award 2023 terbanyak se-Indonesia.
Rinciannya, 34 penghargaan diberikan untuk 16 pemerintah kabupaten/ kota dan lima penghargaan untuk Pemprov Jatim.
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ingin kompetensi ASN terus ditingkatkan. Hal itu penting untuk mempercepat pelayanan publik di Jatim.
Hal itu diungkapkan Khofifah saat menerima penghargaan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award 2023.
Khofifah ingin BKN Award menjadi standar capaian kerja bagi ASN di berbagai sektor untuk terus beradaptasi dengan berbagai perubahan kebutuhan kompetensi global.
"ASN harus kita dorong supaya memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan. Mengukur kapasitas manajemen ASN dari masing-masing kabupaten / kota termasuk di Pemprov Jawa Timur. Semoga makin banyak lagi beragam penguatan kompetensi yang terpenuhi," kata Khofifah.
Khofifah mengimbau pengayaan diri ASN dapat menjadikan mereka sebagai SDM produktif, dan selalu dibarengi dengan pikiran terbuka terhadap perubahan.
"Mengacu pada global competitiveness index, kita harus melakukan aksi perubahan serta meningkatkan efektivitas kerja kita," tegasnya.
ASN diharapkan mampu mengatasi ketidakpastian dinamika global melalui pemahaman komprehensif yang baik. Ini juga berhubungan dengan kemampuan pemecahan kompleksitas masalah.
Khofifah mencontohkan, soft skill dan hard skills para ASN akan terasah dengan melakukan berbagai pelatihan. Seperti di BPSDM Jawa Timur yang memiliki Sistem pengembangan Kompetensi secara mandiri (Sibangkodir), hingga pengiriman pelatihan ke Malaysia dan Singapura yang memiliki daya saing SDM global jauh lebih tinggi.
"Masalah yang ada di Jatim seputar SDM ini membutuhkan kemampuan manajerial skill kita semua, perlu sinergi pemprov, pemkab, dan pemkot," imbuhnya.
Seperti diketahui, Jawa Timur menjadi provinsi penerima penghargaan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award 2023 terbanyak se-Indonesia.
Rinciannya, 34 penghargaan diberikan untuk 16 pemerintah kabupaten/ kota dan lima penghargaan untuk Pemprov Jatim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)