Sleman: Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Suparmono, mengingatkan agar para pelaku wisata tak aji mumpung menyikapi libur lebaran. Meski masih terdampak pandemi covid-19, para pelaku wisata diminta tetap jujur saat melayani wisatawan.
"Jadi kita harus jadi tuan rumah yang bertanggung jawab. Kami akan ajak bicara pelaku wisata," kata Suparmono di Sleman, Rabu, 13 April 2022.
Libur lebaran dan cuti idulfitri akan berlangsung sekitar 10 hari. Menurut Suparmono, realitas di lapangan keramaian wisatawan bisa berlangsung hingga 20 hari. Ia mengatakan, penentuan tarif hingga penetapan harga oleh-oleh harus dikenakan dengan harga wajar.
"Ini (butuh waktu) panjang karena mengubah mindset. Misalnya, mumpung wisatawan banyak, harga nuthuk. Itu aji mumpung," kata dia.
Baca juga: Antisipasi Arus Mudik, Pelni Balikpapan Tambah Kunjungan Kapal
Ia menyatakan pemerintah dengan kerja sama lintas instansi, seperti bidang transportasi, UMKM, hingga Kominfo akan mengupayakan bisa menjaga napas pariwisata. Selain promosi juga membuat wisatawan bisa terlayani dengan baik.
"(Bila terjadi pelanggaran) penindakan ini ranahnya Satpol PP, tapi harapan kami cukup sampai pada pembinaan saja," ujarnya.
Ia menambahkan, akan segera merapatkan sejumlah hal mengenai pariwisata saat libur lebaran. Selain soal pelayanan, juga akan membahas keamanan wisata di tengah status siaga Gunung Merapi, khususnya detinasi wisata di lereng gunung tersebut.
"Kemarin (sejumlah lokasi) tutup, (seperti) Klangon, Kaliadem, dan Banker. Kemarin yang erupsi (luncuran materialnya) sampai lima kilometer. Perkembangannya masih fluktuatif. Akan kami rapatkan dan langsung diputuskan," jelasnya.
Sleman: Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Suparmono, mengingatkan agar para pelaku wisata tak aji mumpung
menyikapi libur lebaran. Meski masih terdampak pandemi covid-19, para pelaku wisata diminta tetap jujur saat melayani wisatawan.
"Jadi kita harus jadi tuan rumah yang bertanggung jawab. Kami akan ajak bicara pelaku wisata," kata Suparmono di Sleman, Rabu, 13 April 2022.
Libur lebaran dan cuti idulfitri akan berlangsung sekitar 10 hari. Menurut Suparmono, realitas di lapangan keramaian wisatawan bisa berlangsung hingga 20 hari. Ia mengatakan, penentuan tarif hingga penetapan harga oleh-oleh harus dikenakan dengan harga wajar.
"Ini (butuh waktu) panjang karena mengubah
mindset. Misalnya, mumpung wisatawan banyak, harga
nuthuk. Itu aji mumpung," kata dia.
Baca juga:
Antisipasi Arus Mudik, Pelni Balikpapan Tambah Kunjungan Kapal
Ia menyatakan pemerintah dengan kerja sama lintas instansi, seperti bidang transportasi, UMKM, hingga Kominfo akan mengupayakan bisa menjaga napas pariwisata. Selain promosi juga membuat wisatawan bisa terlayani dengan baik.
"(Bila terjadi pelanggaran) penindakan ini ranahnya Satpol PP, tapi harapan kami cukup sampai pada pembinaan saja," ujarnya.
Ia menambahkan, akan segera merapatkan sejumlah hal mengenai pariwisata saat libur lebaran. Selain soal pelayanan, juga akan membahas keamanan wisata di tengah status siaga Gunung Merapi, khususnya detinasi wisata di lereng gunung tersebut.
"Kemarin (sejumlah lokasi) tutup, (seperti) Klangon, Kaliadem, dan Banker. Kemarin yang erupsi (luncuran materialnya) sampai lima kilometer. Perkembangannya masih fluktuatif. Akan kami rapatkan dan langsung diputuskan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)