APMS Anwarudin di Jayawijaya. (ANTARA/Marius Frisson Yewun)
APMS Anwarudin di Jayawijaya. (ANTARA/Marius Frisson Yewun)

Kuota Pertalite untuk Jayawijaya Dikurangi

Antara • 03 Juli 2022 14:24
Wamena: Kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite untuk dua Agen Penyalur Premium dan Minyak Solar (APMS) di Kabupaten Jayawijaya, Papua,  dikurangi oleh pihak PT Pertamina sebanyak 50 hingga 60 kiloliter.
 
Penanggung jawab APMS Anwarudin dan Lasminingsih, Yono, mengatakan pengurangan ini mengakibatkan masyarakat Jayawijaya menduga ada pembatasan yang diberlakukan pihak APMS dalam pembelian pertalite.
 
"Sebenarnya kami tidak pernah melakukan pembatasan. Hanya saja pendistribusian harus dilakukan seimbang," katanya, Minggu, 3 Juli 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan kuota pertalite di APMS Anwarudin sebelumnya adalah 325 kilo liter, namun ada pengurangan 50 kiloliter sehingga yang diterima hanya 272 kiloliter.
 
"Sedangkan untuk solar, kuota tetap 90 Kl," terang dia.
 
Baca juga:  OKU Raya Sumsel Belum Terapkan MyPertamina di SPBU
 
Sementara untuk APMS Lasminingsih, kuota pertalite sebelumnya 360 kiloliter, dikurangi 60 kiloliter sehingga menjadi 300 kiloliter. 
 
"Solar alokasinya tetap 120 kl," lanjut dia.
 
Ia memastikan terjadi pengurangan pertalite namun pihak Pertamina menambah BBM jenis Pertamax dan Dextalite.
 
"Di APMS Anwarudin, untuk pertamax ada tambahan 65 kl dan dextalite 110 kl. Kalau di Lasminingsih, produk pertamax ada tambahan 50 kl dan dextalite 100 kl. Ini harus didistribusikan semua sehingga memang harus seimbang," katanya.
 
Yono menambahkan bahwa banyak warga memilih pertalite dan solar ketimbang lertamax dan dextalite, sebab selisih harganya cukup besar.
 
"Contoh pertalite ke pertamax, itu punya selisih harga Rp5.100, sedangkan solar ke dextalite selisih harganya Rp8.100 per liter," jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif