Ilustrasi hiu. (AFP)
Ilustrasi hiu. (AFP)

Perahu Tenggelam, 2 Nelayan di Sikka Digigit Hiu

Media Indonesia.com • 24 Januari 2022 09:59
Sikka: Sebanyak dua nelayan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) digigit hiu di bagian perut, bokong dan selangkangan. Beruntung dua nelayan itu selamat. 
 
Peristiwa bermula saat perahu yang ditumpangi saat mencari ikan tiba-tiba tenggelam. Kala itu, korban yang merupakan warga Wuring, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Yusran, bersama temannya mencari ikan tuna di perairan laut Flores tepatnya antar pulau Palue dan Pulau Sukun sekitar pukul 21.00 Wita, 15 Januari 2022.
 
Dia melanjutkan, saat menunggu tangkapan ikan tuna, tiba-tiba perahu yang ditumpangi bocor hingga tenggelam. Kemudian, ia bersama temannya menyelamatkan diri bermodalkan tutupan gabus dan jerigen untuk berenang menuju perahu nelayan lainnya yang juga sedang mencari ikan tuna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perahu kami tenggelam sekitar jam 9 malam. Kami dua selamatkan diri dengan menggunakan gabus dan jerigen. Kalau saya pakai gabus dan teman saya pakai jerigen," ujar dia saat ditemui Media Indonesia, Minggu malam, 23 Januari 2022.
 
Baca: 3 Nelayan di Lampung Selatan Tersambar Petir Saat Melaut, 1 Tewas
 
Dia menuturkan, saat berenang dalam posisi telanjang. Sementara temannya hanya menggunakan celana dalam.
 
Sekitar empat jam, kata dia, Yusran dan temannya berenang mencari kapal nelayan. Tiba-tiba, ada hiu yang mengigit mereka. Yusran dan temannya tetap berusaha berenang meskipun kondisi tubuh berdarah.
 
"Saya digigit di pantat dan di perut. Kalau lebih parah gigitan di perut. Sementara teman saya, ikan Hiu gigit di selangkangan. Tetapi kami dua terus berenang sampai di perahu nelayan lainnya. Kami diselamatkan oleh nelayan lainnya dan kami langsung dibawah ke rumah sakit," ujar Yusran.
 
Ia mengaku, perutnya yang digigit oleh ikan Hiu sempat dijahit oleh dokter. Sementara pantatnya hanya membekas gigitan ikan Hiu.
 
Baca: Cuaca Ekstrem, Nelayan Sumsel Tak Bisa Melaut Lebih Lama
 
"Yang luka parah itu di perut. Kalau dipantat hanya membekas ikan Hiu," papar dia.
 
Dia mengaku, untuk sementara ini tidak bisa melaut. Ditambah, ia tidak memiliki perahu lagi karena sudah tenggelam
 
Sementara temannya kata dia, masih dalam kondisi trauma sampai saat ini. Dia berharap ada perhatian dari Pemerintah untuk bisa memberikan bantuan perahu agar bisa kembali mencari ikan.
 
"Saya saat ini kondisi sudah membaik. Saya harap kami diberikan bantuan perahu agar kami bisa bekerja lagi untuk mencari ikan," harap Yusran. (GL)

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif