Seorang guru di SD Negeri 105 Krui, Pesisir Barat, Bambang Haryanto (39), mencabuli belasan anak didiknya. (Istimewa)
Seorang guru di SD Negeri 105 Krui, Pesisir Barat, Bambang Haryanto (39), mencabuli belasan anak didiknya. (Istimewa)

Iming-iming Nilai Bagus, ASN Guru di Pesisir Barat Lampung Cabuli Belasan Siswa

Nasional pencabulan Guru ASN kekerasan seksual pencabulan anak
Lampost • 12 Januari 2022 11:42
Krui: Seorang guru di SD Negeri 105 Krui, Pesisir Barat, Bambang Haryanto, 39, mencabuli belasan anak didiknya. Pelaku yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) itu melakukan pelecehan seksual terhadap 13 anak perempuan saat mengajar ngaji di rumahnya. 
 
Kanitreskrim Polsek Pesisir Utara, Ipda Meidi, menjelaskan kasus itu terungkap atas pengakuan korban kepada orang tuanya sehingga melaporkan perbuatan cabul itu ke Polsek Pesisir Utara, Jumat, 7 Januari 2022. Atas laporan itu, pihaknya menahan pelaku pada 8 Januari 2022.
 
"Berdasarkan pemeriksaan, tersangka mengaku mencabuli 13 muridnya saat sedang belajar ngaji di rumah pelaku. Korbannya anak-anak perempuan yang masih duduk di bangku SD berusia 8-11 tahun," terang Meidi, Rabu, 12 Januari 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaku melakukan pencabulan dengan menjanjikan nilai bagus kepada anak didiknya yang seluruhnya bersekolah di tempatnya mengajar. 
 
Baca juga: 4 Dosen Unesa Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap 9 Mahasiswa
 
Selain itu tersangka juga menjanjikan korban menjadi Paskibraka. Aksi itu dilakukan sejak Maret 2020 hingga Desember 2021.
 
Atas perbuatan itu, para korban kini mengalami trauma dan sedang menjalani rehabilitasi di rumah masing-masing. Dalam penangkapan, petugas menyita barang bukti berupa pakaian dan celana dalam korban serta hasil visum.
 
"Tersangka dijerat Pasal 82 ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2016 jo Pasal 5 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata dia.
 
Terpisah, salah satu orang tua korban menjelaskan perbuatan pelaku berdampak pada kondisi psikis anaknya yang terganggu. Sebab, korban yang kesehariannya suka bermain dengan teman-temannya, kini hanya berdiam diri di rumah. 
 
"Sedangkan masa depan anak saya masih panjang. Saya berharap kepada aparat memberikan hukuman berat kepada pelaku dan dipecat dari status PNS," kata dia.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif