Kapolda Polda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel. Foto: Medcom.id/Mustholih,
Kapolda Polda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel. Foto: Medcom.id/Mustholih,

Penyebab Ledakan Mako Brimob Semarang Menunggu Olah TKP

Mustholih • 14 September 2019 13:56
Semarang: Polda Jawa Tengah belum bisa memastikan penyebab gudang penyimpanan bahan peledak dan bom militer temuan masyarakat di Markas Komando Brimob, Srondol, Semarang, meledak. Kapolda Polda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel mengungkap anggotanya belum bisa melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.
 
"Saya tiak bisa menduga, karena ahlinya dari penjinak bom. Sekarang pendinginan dulu, baru setelah aman dari  petugas Brimob dan Inafis melakukan olah TKP untuk menentukan sebabnya," kata Rycko, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 14 September 2019.
 
Rycko menerangkan lokasi gudang penyimpanan bahan peledak dan bom temuan masyarakat terpisah cukup jauh dari asrama Satbrimob Polda Jateng dan gudang senjata api dan amunisi. Sehingga, ledakan itu tidak sampai menelan korban jiwa dari petugas Brimob dan masyarakat sekitar.

"Dari masyarakat tidak ada korban. Hanya ada satu korban dari anggota Brimob terkena pecahan kaca," ujarnya. 
 
Jenderal bintang dua itu menerangkan anggota Brimob yang terluka bernama AKPB Syaiful Anwar selaku Komandan Bataliyon Gegana. Tangan kanan dan kepala Syaiful mengalami luka terkena serpihan kaca akibat ledakan.
 
"Sudah dibawa ke rumah sakit. Sekarang sudah mau pulang," ungkapnya.
 
Rycko menambahkan gudang penyimpanan yang meledak menyimpan sekitar 30-an bahan peledak sisa Perang Dunia ke-II. Dia mengungkap banyak granat yang disimpan di gudang tersebut. 
 
"Itu temuan masyarakat dari Perang Dunia. Kalau (temuan) sekarang kita serahkan ke TNI," pungkasnya.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>