NEWSTICKER
Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Indonesia menggelar kongres di Bogor, Jawa Barat, Rabu, 9 Oktober 2019. Medcom.id/ Rizky Dewantoro
Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Indonesia menggelar kongres di Bogor, Jawa Barat, Rabu, 9 Oktober 2019. Medcom.id/ Rizky Dewantoro

Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Dukung Penuh Jokowi-Ma'ruf

Nasional relawan jokowi maruf amin
Rizky Dewantara • 09 Oktober 2019 16:04
Bogor: Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Indonesia menyatakan sikap dukungan terhadap pemerintahan Joko Widodo untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Menanggapi isu perpecahan yang marak di berbagai daerah membuat elemen pemuda baik pendukung Jokowi dan Prabowo melebur menjadi satu dalam Kongres Pemuda Jilid II yang dihelat di Bogor, Jawa Barat.
 
"Dalam Kongres ini diperkirakan dihadiri 50-100 OKP di Indonesia. Kami akan tetap bertahan di Bogor sampai ada respon dari Presiden Jokowi terkait kongres yang kami adakan ini. Harapannya ada satu pandangan yang dapat dihasilkan untuk direkomendasikan kepada pemerintah Jokowi-Ma'ruf," kata Ketua Koordinator Kongres Pemuda II M Rafik Perkasa Alamsyah di Bogor, Jawa Barat, Rabu, 9 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rafik mengatakan kongres ini bertujuan mengumpulkan seluruh elemen pemuda yang sempat terpecah karena perbedaan pandangan politik pada Pilpres 2019 sehingga bisa melebur menjadi satu kesatuan bangsa.
 
Rafik mengaku jika pihaknya prihatin terkait peristiwa yang terjadi belakangan ini, seperti isu kemanusiaan di Wamena, termasuk aksi-aksi mahasiswa yang menimbulkan kerusuhan. Maka seluruh OKP se-Indonesia berkumpul di Bogor untuk membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dan membuat negara ini damai.
 
Rafik menegaskan kongres pemuda jilid II ini sebagai salah satu bentuk dukungan dari semua elemen kepemudaan di Indonesia tidak terkecuali para pendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 kepada pemerintahan yang sah.
 
"Gejala perpecahan sudah pada fase yang mengkhawatirkan, kita akan merumuskan konsep strategis agar kondisi bangsa menjadi lebih baik," jelas Rafiq.
 
Menurut Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Minang ini, banyaknya konflik sosial saat ini mengakibatkan ancaman disintegrasi bangsa, karena itu, pemuda harus hadir untuk kembali menghidupkan ruh sumpah pemuda 1928.
 
"Ruh sumpah pemuda 1928 menjabarkan, kita bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, bahwa kita berbangsa satu, bangsa Indonesia dan kita menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia," pungkas Rafik.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif